Bandung Zoo Siapkan Langkah Perlindungan Satwa dari Abu Vulkanik Anak Krakatau
- 07 Sep 2026 18:54 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Pengurus Bandung Zoo menyiapkan sejumlah langkah mitigasi untuk melindungi satwa dari paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) yang mulai menyebar ke sejumlah wilayah termasuk Kota Bandung. Langkah yang disiapkan yakni menempatkan satwa di kandang tertutup atau ruang isolasi.
Satwa yang memiliki kandang malam atau holding akan lebih banyak berada di ruang tersebut, termasuk untuk kebutuhan makan dan minum. Salah seorang pengurus satwa di Bandung Zoo, Rohmat mengatakan, pihaknya menyiapkan tirai hingga plastik untuk menutup kandang yang tidak memiliki ruang tertutup, terutama bagi satwa jenis burung.
"Nah, kalau untuk jenis-jenis burung, mungkin kalau abu vulkaniknya sudah melewati ambang batas, mungkin akan kita tutup dengan berbagai upaya, bisa pakai tirai atau mungkin plastik," ujar Rohmat saat dihubungi, Senin 7 September 2026
Selain itu, penyemprotan pada sejumlah kandang dan kawasan Bandung Zoo juga menjadi bagian dari mitigasi. Namun, penyemprotan belum dilakukan dan masih menyesuaikan kondisi paparan abu vulkanik.
Rohmat menyebut, hingga Senin, paparan abu vulkanik belum terlalu terasa di kawasan Bandung Zoo. Banyaknya pepohonan dinilai membantu menyaring abu yang terbawa angin sebelum jatuh ke permukaan.
"Sampai saat ini untuk Bandung Zoo belum begitu terasa terkait paparan dari abu vulkanik. Karena di Bandung Zoo banyak pepohonan, mungkin masih banyak tersaring sama pepohonan," katanya.
Pengurus Bandung Zoo terus memantau kondisi dan akan menerapkan langkah mitigasi apabila abu vulkanik mulai memenuhi kawasan dan berpotensi berdampak terhadap satwa. Sementara itu, BMKG melaporkan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang erupsi sejak Jumat 4 September 2026 telah menyebar ke Jakarta, Banten, Lampung hingga Jawa Barat.
Pada lapisan rendah hingga 15.000 kaki, abu bergerak ke arah tenggara hingga barat laut dan berpotensi memengaruhi kualitas udara serta jarak pandang. Sedangkan pada lapisan tinggi hingga 50.000 kaki, abu bergerak ke arah barat daya hingga barat dan berpotensi mengganggu aktivitas penerbangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....