Pemkot Bandung Perkuat Mitigasi Abu Vulkanik Anak Krakatau
- 07 Sep 2026 16:04 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota Bandung mengambil sejumlah langkah antisipasi menyusul sebaran abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau yang berdampak terhadap kualitas udara dan aktivitas penerbangan di wilayah Bandung.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengimbau masyarakat untuk tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap potensi gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik.
“Dari kemarin sudah kami keluarkan imbauan kepada masyarakat untuk tidak usah panik. Bagaimanapun juga abu vulkanik merupakan bagian dari kehidupan bangsa Indonesia yang berada di Ring of Fire,” ujar Farhan di Balai Kota Bandung, Senin 7 September 2026.
Salah satu langkah yang dilakukan Pemkot Bandung yakni meminta anak-anak sekolah menggunakan masker sebagai perlindungan dari paparan abu vulkanik.
Farhan mengaku telah meninjau sejumlah sekolah dan melihat para siswa mulai menggunakan masker. Ia juga meminta abu vulkanik yang masih tersisa di lingkungan sekolah setelah akhir pekan segera dibersihkan agar tidak kembali beterbangan.
Meski abu vulkanik di permukaan telah dibersihkan melalui penyemprotan, Farhan menyebut masih terdapat kemungkinan sebaran abu di udara pada ketinggian tertentu.
“Sebarannya di ketinggian antara 10.000 sampai 15.000 kaki, atau sekitar 3 sampai 5 kilometer dari permukaan,” ucapnya.
Untuk mengantisipasi dampak terhadap mobilitas masyarakat, Pemkot Bandung juga berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk menambah layanan kereta api menuju arah timur maupun barat sesuai kebutuhan.
Farhan mengatakan, sejumlah calon penumpang yang penerbangannya gagal dari Jakarta menuju sejumlah kota seperti Surabaya, Yogyakarta, dan Solo kemudian memilih melanjutkan perjalanan melalui Bandung menggunakan kereta api.
“Banyak yang dari Jakarta gagal terbang ke arah Surabaya, Jogja, Solo, kemudian naik bus ke Bandung dan dari Bandung mereka naik kereta api ke arah timur,” katanya.
Selain sektor transportasi, Pemkot Bandung juga melakukan penyemprotan air di sejumlah ruas jalan dengan tingkat lalu lintas dan aktivitas pejalan kaki yang tinggi. Langkah ini dilakukan untuk mencegah abu vulkanik di permukaan kembali beterbangan dan mengganggu kualitas udara.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Bandung, Soni Bakhtiyar, mengatakan penyemprotan diprioritaskan di sejumlah jalan protokol yang ramai dilalui masyarakat maupun wisatawan.
“Hari ini kami melakukan penyemprotan di Jalan Asia Afrika, sepanjang Asia Afrika. Lalu di Jalan Ir. H. Juanda. Nanti malam kami lanjutkan ke Jalan Supratman sampai Purwakarta, kemudian Jalan Dipatiukur dan R.E. Martadinata,” kata Soni.
Menurutnya, penyemprotan tidak hanya menyasar badan jalan, tetapi juga sejumlah bagian lingkungan yang berpotensi menyimpan abu vulkanik, seperti trotoar, dedaunan, dan pepohonan.
“Ini untuk debu-debu yang ada di permukaan supaya tidak mengudara kembali. Yang ada di dedaunan, pohon-pohon, termasuk trotoar, akan kami semprot sehingga debunya tidak naik lagi,” ucapnya.
Dalam pelaksanaannya, petugas memanfaatkan sumber air dari hidran maupun kolam retensi yang tersedia.
Soni memastikan ketersediaan air untuk mendukung kegiatan penyemprotan hingga saat ini masih mencukupi.
“Memastikan ketersediaan air untuk kegiatan penyemprotan sejauh ini masih mencukupi,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....