Badan Geologi Ungkap Penyebab Dentuman yang Terdengar di Bandung Raya
- 06 Sep 2026 18:48 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Warga di sejumlah wilayah Bandung Raya sempat dikejutkan suara dentuman disertai getaran pada Sabtu 4 September 2026 dini hari sekitar pukul 00.30 WIB hingga 02.30 WIB. Fenomena tersebut kini diketahui memiliki kaitan dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.
Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria, mengatakan suara yang terdengar hingga wilayah Jawa Barat khususnya Bandung Raya itu merupakan dampak dari gelombang akustik berfrekuensi rendah yang dilepaskan saat terjadi erupsi. Gelombang tersebut dapat menjalar sangat jauh dari sumbernya, bergantung pada kondisi atmosfer ketika peristiwa erupsi berlangsung.
“Gelombang akustik berfrekuensi rendah ini dapat merambat jauh dalam kondisi atmosfer tertentu dan dirasakan sebagai dentuman maupun getaran,” ujar Lana, Minggu 6 September 2026.
Menurut Lana, Badan Geologi mencocokkan waktu terjadinya erupsi Krakatau dengan sinyal yang diterima sejumlah stasiun pemantauan di Jawa Barat. Hasil analisis menunjukkan adanya kesesuaian antara kedua data tersebut.
“Pada tanggal 4–5 September 2026, ada suara dentuman dan getaran pada kaca serta pintu yang dilaporkan di sejumlah wilayah Jawa Barat. Kesesuaian waktu erupsi Gunung Api Krakatau dan sinyal pada stasiun pemantauan Jawa Barat mendukung kuat bahwa fenomena tersebut berasal dari gelombang akustik erupsi Gunung Api Krakatau,” katanya.
Lana menjelaskan, suara dari aktivitas gunung api memang dapat terdengar hingga wilayah yang berjarak ratusan kilometer. Kondisi tersebut pernah terjadi dalam sejumlah aktivitas erupsi gunung api di Indonesia.
Salah satunya saat Gunung Kelud erupsi, ketika suara letusannya terdengar hingga wilayah Jawa Tengah. Fenomena serupa juga dilaporkan ketika Gunung Lewotobi Laki-Laki erupsi dan suaranya terdengar sampai Maumere serta Pulau Alor.
Badan Geologi menegaskan, getaran yang dirasakan warga akibat gelombang akustik tersebut tidak menimbulkan ancaman terhadap struktur bangunan. Dengan hasil analisis tersebut, dentuman yang sempat menjadi perhatian warga Bandung Raya dipastikan berkaitan dengan perambatan gelombang akustik dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....