Pemkot Bandung Siapkan Mitigasi Dampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

  • 06 Sep 2026 18:42 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mulai menyiapkan langkah mitigasi menyusul sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau yang telah memasuki wilayah Bandung.

‎‎Kondisi tersebut turut berdampak pada penghentian sementara operasional penerbangan di Bandara Husein Sastranegara Bandung.

‎Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, Pemkot Bandung tengah menyusun langkah mitigasi untuk mengantisipasi dampak abu vulkanik apabila sebarannya terus memasuki wilayah Kota Bandung.

‎‎Menurut Farhan, Pemkot Bandung akan berkoordinasi dengan sejumlah instansi yang berkaitan langsung dengan aktivitas vulkanik dan dampaknya terhadap masyarakat maupun transportasi.

‎‎Instansi tersebut antara lain Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), AirNav Indonesia, serta PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

‎"Kalau itu nanti kami sedang menyusun sebuah mitigasi apabila memang abu vulkaniknya sampai ke Bandung. Kami akan koordinasi yang pertama tentunya dengan BMKG, kedua dengan BPBD, ketiga dengan AirNav, dan keempat dengan KCIC," ujar Farhan, Minggu 6 September 2026.


‎‎Farhan menjelaskan, sebaran abu vulkanik berpotensi memengaruhi berbagai aktivitas masyarakat, termasuk layanan transportasi. Karena itu, pemerintah perlu memastikan informasi mengenai perkembangan kondisi tersebut dapat diterima masyarakat secara cepat dan akurat.

‎‎Ia juga menyoroti aktivitas anak-anak sekolah yang menggunakan sepeda motor. Menurutnya, apabila kualitas udara terdampak abu vulkanik, penggunaan kendaraan roda dua perlu menjadi perhatian karena dapat meningkatkan risiko paparan abu.

‎‎"Termasuk juga penyampaian informasi kepada anak-anak, khususnya yang bersekolah yang juga pakai kendaraan bermotor, khususnya sepeda motor. Itu berbahaya sebenarnya," katanya.


‎‎Farhan mengatakan, Pemkot Bandung masih menunggu masukan dari instansi terkait sebelum mengeluarkan imbauan lebih lanjut kepada masyarakat, termasuk terkait penggunaan masker untuk mengantisipasi paparan abu vulkanik.

‎‎Selain potensi dampak abu vulkanik, Pemkot Bandung juga terus memperkuat langkah mitigasi terhadap ancaman bencana lainnya, termasuk gempa bumi.

‎‎Sementara itu, Corporate Secretary Group Head PT Angkasa Pura Indonesia, Arie Ahsanurrohim, mengatakan operasional penerbangan di Bandara Husein Sastranegara dihentikan sementara pada Minggu.

‎"BDO menghentikan aktivitas penerbangan dari pukul 12.07-16.00 WIB," ucapnya.

‎‎Penghentian sementara tersebut dilakukan setelah hasil pemantauan menunjukkan sebaran abu vulkanik telah memasuki wilayah Bandung.

‎‎"Sudah terpapar volcanic ash (abu vulkanik)," katanya.


‎‎Arie menambahkan, pihaknya masih memantau perkembangan sebaran abu vulkanik sebelum menentukan langkah selanjutnya terkait pembukaan kembali aktivitas penerbangan.

‎‎"Statusnya sama kaya Soekarno Hatta, akan dimonitor lebih lanjut sebarannya," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....