Gagal Panen Mengancam, Petani Legonkulon Subang Minta Solusi Pemerintah

  • 06 Sep 2026 15:44 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Subang – Ratusan hektar sawah di Kecamatan Legonkulon Kabupaten Subang, terancam gagal panen. Kerusakan Saluran Sekunder atau SS Pangarengan, membuat petani di Desa Karangmulya tidak mendapat pasokan air tawar, dan akhirnya sawah terendam air laut.

Kondisi ini diperparah kekeringan panjang, yang melanda wilayah pantura sejak sebulan terakhir. Data di lapangan menyebut, lebih dari 100 hektar lahan di Blok Daya Mukti Desa Karangmulya terdampak. Sekitar 10 hektar tanaman padi sudah mati, karena terserang intrusi air laut, dari Kali Cipunagara.

"Sudah lebih satu bulan sawah di Blok Daya Mukti, terendam air asin. Saluran sekunder Pangarengan tidak berfungsi mengairi sawah," ungkap Rasta (50) petani setempat, Minggu 6 September 2026.

Petani menjelaskan, SS Pangarengan yang seharusnya jadi andalan para petani untuk pengairan, kini tidak bisa mengalirkan air. Sementara air Kali Cipunagara, sudah asin dan tidak layak pakai.

"Awalnya daun mengering, lama-lama batang menguning lalu mati. Air Kali Cipunagara sekarang sudah asin, tidak bisa dipakai lagi," ujarnya.

Minimnya pasokan air, membuat kadar salinitas tanah meningkat. Jika tidak segera ditangani, petani khawatir gagal panen akan meluas ke desa lain di Legonkulon.

"Kami mohon bantuan penyelamatan tanaman padi. Harapan kami sekarang, hanya ada giliran air dari SS Pangarengan," pungkas Rasta diamini petani lain.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....