Blind Moms Donor Darah, Cara Komunitas Tunanetra Melawan Stigma Disabilitas
- 06 Sep 2026 03:02 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Komunitas tunanetra The Blind Moms kembali menunjukkan kepedulian sosial dengan menggelar donor darah gratis (Dordardis) untuk kelima kalinya. Kegiatan yang didukung Akademia Seni & Kreatifitas Anak Nusantara (AsKaRa), Cinta Budaya Nusantara (CBN), dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung itu berlangsung di Studio AsKaRa, Kota Bandung, Sabtu 5 September 2026.
Sebanyak 60 penyandang tunanetra ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Jumlah peserta sebenarnya berpotensi lebih banyak, tetapi keterbatasan waktu dan tempat membuat peserta harus dibatasi.
Ketua Pelaksana Dordardis The Blind Moms, Nenden Sintawati, mengatakan kegiatan tersebut rutin digelar sejak 2021. Kata nenden, donor darah menjadi salah satu cara komunitasnya mengedukasi masyarakat bahwa penyandang disabilitas tidak semestinya dipandang sebagai kelompok yang hanya membutuhkan bantuan.
“Kami ingin mengedukasi masyarakat bahwa kami, penyandang disabilitas tunanetra, bukan untuk dikasihani. Kami juga hadir untuk memberikan sesuatu yang berguna bagi masyarakat. Kami berempati kepada orang-orang yang membutuhkan darah,” ujar Nenden.
Menurut dia, kegiatan tahun ini sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Bagi The Blind Moms, kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai perayaan, tetapi juga kesempatan untuk memperjuangkan kesetaraan. “Kami ingin merdeka dari diskriminasi dan stigma negatif terhadap penyandang disabilitas. Kami ingin membuktikan bahwa kami bisa berbuat dan berkarya untuk bangsa. Itu tujuan merdeka kami,” katanya.
Nenden berharap kegiatan donor darah yang dilakukan penyandang tunanetra dapat mengubah pandangan masyarakat terhadap kelompok disabilitas. Ia menegaskan, penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk bekerja, berkarya, dan berkontribusi dalam kehidupan sosial.
“Semoga kegiatan donor darah dari penyandang tunanetra ini bisa mengubah cara pandang terhadap disabilitas. Kami harus mendapatkan hak yang sama, mampu bekerja, dan berperan positif seperti masyarakat lainnya,” ujar Nenden.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut datang dari AsKaRa. Anthony AsKaRa mengatakan aksi sosial The Blind Moms menunjukkan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk melakukan kegiatan kemanusiaan.
“Kegiatan ini sangat positif dan menggugah kita yang notabene tidak memiliki keterbatasan. Ibu-ibu tunanetra ini bisa melakukan kegiatan kemanusiaan, yaitu donor darah,” kata Anthony.
AsKaRa kemudian mengajak komunitas CBN untuk turut mendukung kegiatan tersebut. Menurut Anthony, kolaborasi antarkomunitas diperlukan untuk memperluas ruang bagi penyandang disabilitas dalam kegiatan sosial.
Ia juga menilai para anggota The Blind Moms memiliki beragam potensi yang kerap tidak terlihat karena perhatian masyarakat lebih sering tertuju pada keterbatasan mereka.
“Saya melihat teman-teman tunanetra ini memiliki kelebihan dan potensi lain, seperti kemampuan berbicara di depan publik, menyanyi, dan bermusik. Ini mengingatkan kita bahwa dalam keterbatasan ada kelebihan yang mungkin tidak dimiliki orang lain,” ujarnya.
Anthony mengajak berbagai pihak untuk terus membangun kolaborasi dengan komunitas penyandang disabilitas, bukan hanya dalam kegiatan sosial, tetapi juga dalam memberikan motivasi dan membuka kesempatan yang setara.
Sementara itu, perwakilan CBN, Melok Besari, mengaku kagum melihat kepedulian anggota The Blind Moms. Menurut dia, kesediaan mereka mendonorkan darah menjadi teladan bagi masyarakat yang tidak memiliki keterbatasan fisik.
“Kami sangat kagum. Ibu-ibu ini memiliki keterbatasan dalam melihat, tetapi mampu melakukan sesuatu yang mulia bagi orang yang membutuhkan. Orang yang sehat saja belum tentu mau melakukan donor darah,” kata Melok.
Melok berharap penyandang disabilitas mendapatkan ruang yang lebih baik di tengah masyarakat serta memperoleh hak yang layak, termasuk kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan.
Senada dengan Melok, Lita menilai kegiatan The Blind Moms memberikan inspirasi, khususnya bagi perempuan dan para ibu. Ia mengatakan para anggota komunitas tersebut mampu menjalankan peran sebagai ibu sekaligus bekerja untuk membantu perekonomian keluarga.
“Mereka bisa membesarkan anak dengan keterbatasannya, bahkan melakukan pekerjaan yang menghasilkan ekonomi bagi keluarga. Hal itu sangat memotivasi saya sebagai seorang ibu,” ujar Lita.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....