Jumat Curhat Polda Jabar, Perkuat Komunikasi Masyarakat Terkait Kamtibmas

  • 06 Sep 2026 03:00 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Cimahi - Polda Jawa Barat kembali mengaktifkan program Jumat Curhat secara serentak di seluruh jajaran Polres sebagai upaya memperkuat komunikasi langsung antara kepolisian dan masyarakat. Program tersebut diarahkan bukan sekadar menjadi forum silaturahmi, tetapi wadah untuk menggali berbagai persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) secara langsung dari warga.

Wakil Direktur Pembinaan Masyarakat (Wadirbinmas) Polda Jawa Barat AKBP Ade Hermanto mengatakan kehadiran Kapolres di tengah masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun pola pembinaan Kamtibmas yang lebih responsif. Menurutnya, pimpinan kepolisian di tingkat wilayah harus mengetahui secara langsung persoalan yang dihadapi masyarakat agar dapat menentukan langkah penanganan yang tepat.

“Ini kami dari Polda Jabar mengaktifkan kembali kegiatan Jumat Curhat yang mulai hari ini diselenggarakan serentak untuk seluruh Polres.” ujar Ade.

Ade menyampaikan hal tersebut saat menghadiri kegiatan Jumat Curhat di Aula Kelurahan Padasuka, Kota Cimahi, Jumat 4 September 2026, sekaligus menegaskan bahwa seluruh Kapolres sebagai kepala satuan kewilayahan (Kasatwil) diwajibkan bertatap muka dengan masyarakat.

Pertemuan tersebut diharapkan mampu menjadi ruang untuk menyerap informasi, kritik, masukan, maupun aspirasi terkait persoalan Kamtibmas di masing-masing daerah.

“Kasatwil atau Kapolres diwajibkan langsung bertatap muka dan bersilaturahmi dengan masyarakat untuk menyerap informasi, masukan dan saran terkait pembinaan Kamtibmas.” ucapnya.

Menurut Ade, pengaktifan kembali Jumat Curhat sejalan dengan semangat Jaga Rawat Jawa Barat yang menjadi salah satu komitmen Polda Jabar dalam menjaga keamanan daerah. Ia menilai keamanan tidak bisa hanya dibebankan kepada polisi, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat serta berbagai unsur yang berada di lingkungan masing-masing.

Menghadapi dinamika sosial yang terus berubah, strategi pemeliharaan Kamtibmas dinilai harus semakin adaptif, cepat merespons persoalan, dan mengedepankan kolaborasi.

Keterbatasan jumlah personel kepolisian dibandingkan dengan jumlah penduduk Jawa Barat membuat dukungan masyarakat, pengamanan swakarsa, tokoh masyarakat, organisasi, dan pemerintah menjadi bagian penting dalam menjaga kondusivitas wilayah.

Dalam kesempatan tersebut, Ade juga memberikan apresiasi terhadap langkah Kapolres Cimahi yang dinilainya cepat merespons persoalan yang muncul di tengah masyarakat. Menurut dia, seorang pimpinan kepolisian tidak cukup hanya mampu mendengar keluhan, tetapi juga harus memiliki keberanian mengambil langkah penyelesaian yang konkret.

“Yang kami harapkan adalah sikap resolutif, menghadirkan penyelesaian nyata dan berkarya.” jelasnya.

Ade menilai pola kepemimpinan yang solutif terlihat ketika Kapolres Cimahi langsung merespons persoalan masyarakat dengan mempertemukan pihak-pihak terkait. Salah satu langkah yang disorot yakni audiensi dengan pihak penagih utang atau debt collector serta komunikasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam menangani persoalan yang berkembang di masyarakat.

“Solutif seperti yang tadi disampaikan, ketika ada persoalan beliau merespons dan langsung memberikan solusi.” katanya.

Ia menegaskan, sinergitas lintas sektor menjadi kunci dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Cimahi yang memiliki kompleksitas tersendiri. Kerja sama antara Polri, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dan warga dinilai harus terus diperkuat agar setiap persoalan dapat ditangani sebelum berkembang menjadi gangguan Kamtibmas yang lebih besar.

Polda Jawa Barat juga akan melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan Jumat Curhat di seluruh wilayah untuk memastikan program tersebut berjalan sesuai tujuan. Evaluasi tersebut sekaligus menjadi upaya memastikan aspirasi masyarakat tidak berhenti di meja dialog, tetapi diterjemahkan menjadi tindakan nyata oleh jajaran kepolisian.

Ade berharap semangat yang ditunjukkan para pimpinan kepolisian di tingkat wilayah dapat terus diwujudkan melalui tindakan konkret setelah kegiatan Jumat Curhat berakhir. Ia menekankan setiap keluhan, tuntutan, dan harapan masyarakat harus mendapat respons cepat serta ditindaklanjuti sesuai kewenangan yang dimiliki kepolisian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....