DLHK Sumedang Pantau Kualitas Udara di Empat Kawasan Strategis
- 05 Sep 2026 20:39 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Sumedang – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Sumedang kembali melakukan pemantauan kualitas udara untuk memastikan kondisi lingkungan tetap aman bagi masyarakat. Pemantauan dilakukan Tim Pemantauan Kualitas Udara Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (P2KL) DLHK dengan mengambil sampel udara ambien menggunakan metode passive sampler.
Kepala DLHK Kabupaten Sumedang, Maman Wasman, mengatakan kegiatan tersebut merupakan upaya rutin untuk mengetahui kondisi kualitas udara sekaligus menjaga lingkungan tetap sehat.
“Pemantauan ini menjadi bagian penting dalam memastikan kualitas udara tetap terjaga, sehingga lingkungan yang sehat dan aman dapat terus dirasakan oleh masyarakat,” ujar Maman, Jumat 4 September 2026.
Untuk pemantauan semester II, pengambilan sampel dilakukan dengan memasang membran penyerap selama 14 hari. Pemasangan dilakukan di empat lokasi yang mewakili kawasan dengan karakteristik berbeda, yakni Perkantoran Gedung Negara, kawasan permukiman di Jalan Kosera 1, kawasan industri Tomo Food, serta kawasan transportasi di Jembatan Timbang UPPKB Tomo.
Maman menjelaskan, pengukuran kualitas udara secara berkala diperlukan untuk mengetahui kadar polutan di udara. Data tersebut juga dapat menjadi dasar dalam upaya menjaga kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
“Proses pengukuran kadar polutan di udara dilakukan secara rutin untuk menjaga kesehatan manusia dan lingkungan,” katanya.
Menurut Maman, pemantauan kualitas udara memiliki sejumlah manfaat, di antaranya membantu mencegah risiko gangguan pernapasan akibat paparan udara tercemar serta menjadi sistem peringatan dini apabila terjadi peningkatan polusi atau kabut asap yang berpotensi membahayakan masyarakat.
Metode passive sampler sendiri merupakan teknik pengambilan sampel udara ambien yang memanfaatkan proses difusi molekul gas secara alami. Metode tersebut tidak membutuhkan pompa maupun sumber tenaga listrik.
Peralatan passive sampler digunakan untuk mengumpulkan sampel udara guna mengetahui konsentrasi sejumlah parameter pencemar, khususnya Sulfur Dioksida (SO2) dan Nitrogen Dioksida (NO2).
Setelah masa pengambilan sampel selesai, perangkat passive sampler akan dianalisis di laboratorium kualitas udara. Hasil analisis kemudian digunakan untuk mengetahui kondisi kualitas udara pada masing-masing lokasi pemantauan.
Pemantauan dilakukan pada sejumlah kawasan yang dinilai mewakili aktivitas masyarakat dan sumber potensi pencemaran, yakni kawasan transportasi, industri, perkantoran, dan permukiman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....