Pemkot Bandung Dorong Jalan Ramah Pesepeda dan Pejalan Kaki

  • 05 Sep 2026 13:52 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus mendorong terciptanya lingkungan jalan yang aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan, termasuk pesepeda, pejalan kaki, hingga penyandang disabilitas.

‎‎Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, Pemkot Bandung terbuka terhadap berbagai kritik dan masukan dari masyarakat sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas fasilitas serta layanan perkotaan, khususnya dalam aspek kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.

‎‎Menurut Farhan, jalan di Kota Bandung pada dasarnya memang harus mampu memberikan kemudahan bagi kendaraan bermotor. Namun, pembangunan dan penataan jalan tidak semestinya hanya berorientasi pada kebutuhan kendaraan.

‎“Jalan di Kota Bandung memberikan kemudahan bagi kendaraan bermotor, tapi itu basic. Jalan kemudian harus ramah pesepeda dan pejalan kaki. Yang tertinggi itu disabilitas,” ujar Farhan saat menghadiri kegiatan Gerakan Nyapedah Nyakola di Balai Kota Bandung, Sabtu 5 September 2026.


‎‎Farhan menuturkan, Pemkot Bandung terus berupaya menghadirkan infrastruktur jalan yang dapat digunakan secara aman dan nyaman oleh seluruh kelompok masyarakat.

‎‎Ia mengaku memahami tantangan yang dihadapi pesepeda saat beraktivitas di jalan raya, lantaran dirinya juga menggunakan sepeda.

‎‎“Sekarang ini Pemkot Bandung mampu bikin jalan yang ramah, baik untuk penggunaan kendaraan bermotor. Karena saya pengguna sepeda, saya tahu betul banyak tantangannya,” ucapnya.

‎‎Farhan juga mengajak komunitas serta masyarakat untuk terus menyampaikan kritik dan masukan kepada pemerintah. Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan pembangunan fasilitas publik sesuai dengan kebutuhan pengguna di lapangan.

‎“Suarakan terus kritik dan jaga keselamatan," katanya.


‎‎Sementara itu, salah satu peserta Gerakan Nyapedah Nyakola, Uwin, siswa SMK 12 Bandung, mengungkapkan masih terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi pesepeda ketika menggunakan jalan raya.
‎‎Ia menyebut kemacetan menjadi salah satu kendala. Selain itu, jalur khusus sepeda juga terkadang digunakan sebagai tempat parkir kendaraan.
‎‎“Beberapa hambatannya jalannya macet. Tiba-tiba ada parkiran, jalur sepedanya dipakai,” ungkapnya.
‎Di lokasi yang sama, Ketua Bike to Work Bandung Andi Muhammad mengatakan, kegiatan Gerakan Nyapedah Nyakola menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan minat masyarakat menggunakan sepeda sebagai salah satu pilihan mobilitas.


‎‎Menurut Andi, kegiatan bersepeda secara bersama-sama tidak hanya bertujuan meramaikan aktivitas bersepeda, tetapi juga memberikan rasa aman kepada peserta sekaligus menjadi sarana edukasi mengenai keselamatan berlalu lintas dan perawatan sepeda.
‎‎“Kita ingin meningkatkan minat sepeda, kita ingin meramaikan. Kemudian barengan sehingga ada keamanan,” ujar Andi.
‎‎Ia menambahkan, kegiatan Gerakan Nyapedah Nyakola direncanakan dapat digelar secara rutin satu bulan sekali, khususnya pada hari Sabtu.
‎‎Selain bersepeda bersama, kegiatan tersebut nantinya akan dilengkapi dengan sosialisasi mengenai keselamatan bersepeda, perawatan sepeda, serta berbagai informasi yang dibutuhkan para pesepeda.
‎‎“Rencananya sebulan sekali. Akhirnya ada sosialisasi untuk perawatan sepeda, keselamatan, dan lain-lain. Di hari Sabtu sebulan sekali,” tandasnya.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....