Cuaca Panas Picu Keluhan Batuk dan Pilek, Dinkes Bandung Imbau Warga Waspada
- 03 Sep 2026 14:32 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai gangguan kesehatan akibat cuaca panas dan udara yang cenderung kering. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko gangguan pada saluran pernapasan, seperti batuk dan pilek.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Bandung, Dadan Mulyana Kosasih, mengatakan keluhan batuk dan pilek menjadi salah satu gangguan kesehatan yang banyak ditemukan di Puskesmas saat cuaca panas.
"Kalau untuk keluhan di cuaca panas seperti ini, kebanyakan memang di saluran pernapasan seperti batuk dan pilek. Kenapa bisa terjadi? Karena udara panas cenderung kering, sehingga selaput lendir hidung menjadi kering dan lebih rentan terhadap debu maupun kuman," ujar Dadan, Kamis 3 September 2026.
Menurutnya, keluhan batuk dan pilek yang tidak ditangani dengan baik berpotensi berkembang menjadi infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Dadan mengimbau masyarakat yang mengalami batuk dan pilek secara berkelanjutan untuk segera memeriksakan diri kepada tenaga medis, terutama jika keluhan tidak membaik setelah beristirahat.
"Kalau batuk pileknya berkelanjutan, misalnya sehari diistirahatkan tapi tidak ada perbaikan, sebaiknya segera menemui tenaga medis, baik itu ke Puskesmas, dokter praktik, maupun klinik," katanya.
Ia menegaskan, masyarakat tidak sebaiknya menunda pemeriksaan apabila keluhan terus berlangsung. Batuk yang disebabkan kelelahan memang dapat membaik setelah beristirahat, namun jika tidak menunjukkan perbaikan dalam satu hingga dua hari, pemeriksaan medis diperlukan.
"Jangan dibiarkan berlama-lama. Kadang batuk itu hanya karena kelelahan dan akan membaik setelah istirahat. Tapi kalau tidak berkurang dalam 1–2 hari, jangan ditunda hingga tiga hari, sebaiknya langsung diperiksa dan diobati," tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....