Sebanyak 200 Pekerja Rentan Jatimukti Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan

  • 31 Agt 2026 18:40 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Sumedang - Pemerintah Desa Jatimukti, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada 200 pekerja rentan melalui program BPJS Ketenagakerjaan.

Pemberian perlindungan tersebut menjadi bagian dari Gebyar Gerakan Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang digelar bersamaan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW atau Muludan di Aula Desa Jatimukti, Senin 31 Agustus 2026.

Kegiatan bertema “Bangkit Merajut Kemandirian Menuju Kesejahteraan Berkelanjutan” itu dihadiri Camat Jatinangor, Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asda Pemkesra) Setda Kabupaten Sumedang Dr. Dian Sukmara, serta Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sumedang Rony Setiawan.

Kepala Desa Jatimukti Roni mengatakan, pelaksanaan Muludan yang dirangkaikan dengan program perlindungan sosial ketenagakerjaan menjadi momentum penting bagi masyarakat desa.



Menurutnya, kehadiran program BPJS Ketenagakerjaan memberikan manfaat nyata, khususnya bagi warga yang bekerja di sektor informal dan memiliki tingkat kerentanan terhadap risiko sosial ekonomi.

“Kami sangat bersyukur bisa menggelar acara Muludan pada hari ini. Ini menjadi suatu kebanggaan bagi kami karena dihadiri Asda Kabupaten Sumedang dan Camat Jatinangor,” ujar Roni.

Ia berharap kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi 200 pekerja rentan tersebut dapat ikut mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat kepedulian dan gotong royong antarwarga.

“Dengan adanya Gebyar BPJS Ketenagakerjaan, kegiatan ini menjadi lebih lengkap dan sangat bermanfaat bagi masyarakat. Semoga ke depan masyarakat Jatimukti semakin sejahtera, rasa gotong royong dan solidaritas juga semakin meningkat,” katanya.

Dorong Kesadaran Jaminan Sosial

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sumedang Rony Setiawan menuturkan, Gebyar Gerakan Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan merupakan salah satu upaya memperluas pemahaman masyarakat mengenai pentingnya perlindungan bagi pekerja.

Ia menyebut Desa Jatimukti menjadi salah satu piloting project dalam upaya sosialisasi program BPJS Ketenagakerjaan kepada masyarakat. “Ini salah satu upaya pemerintah untuk terus mensosialisasikan program BPJS Ketenagakerjaan kepada masyarakat. Desa Jatimukti menjadi salah satu piloting project bagi kami,” kata Rony.

Rony mengapresiasi Pemerintah Desa Jatimukti dan Kecamatan Jatinangor yang telah mendaftarkan 200 pekerja rentan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Menurutnya, kepesertaan tersebut penting untuk memberikan perlindungan kepada pekerja dan keluarganya ketika menghadapi risiko dalam menjalankan pekerjaan.

Selain manfaat santunan, keluarga pekerja yang mengalami risiko juga dapat diarahkan untuk mendapatkan pengembangan keterampilan melalui program pelatihan yang tersedia di Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Sumedang.

Kepesertaan Sumedang Baru 37-39 Persen

Meski program perlindungan terus diperluas, Rony mengungkapkan cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Kabupaten Sumedang masih berada di kisaran 37 hingga 39 persen dari total angkatan kerja.

“Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama, bagaimana masyarakat semakin sadar akan pentingnya perlindungan jaminan sosial, khususnya BPJS Ketenagakerjaan,” tuturnya.

Salah satu strategi yang didorong adalah keberadaan agen Perisai BPJS Ketenagakerjaan di setiap desa. Agen tersebut nantinya berperan membantu masyarakat memperoleh informasi, melakukan pendaftaran kepesertaan, hingga pembayaran iuran.

Asda Pemkesra Setda Kabupaten Sumedang Dr. Dian Sukmara mengatakan, kegiatan di Jatimukti merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Maulid Nabi Muhammad SAW, sekaligus Gebyar Jaminan Perlindungan Sosial Ketenagakerjaan bersama BPJS Ketenagakerjaan.

Dian menegaskan Pemkab Sumedang tengah mendorong percepatan perluasan perlindungan sosial agar semakin banyak masyarakat memperoleh jaminan ketika menghadapi risiko sosial dan ekonomi.

“Pesan Pak Bupati adalah bagaimana kita bisa secepatnya mencapai kategori universal coverage. Ketika cakupan perlindungan sosial semakin luas, masyarakat yang membutuhkan jaminan akan lebih mudah mendapatkan perlindungan,” katanya.

Ia mengapresiasi langkah Desa Jatimukti yang memberikan perlindungan kepada 200 pekerja rentan. Menurutnya, kebijakan tersebut dapat menjadi contoh bagi desa lainnya dalam memperluas kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Dian juga mengajak masyarakat untuk ikut memastikan tidak ada warga yang terlewat dari program perlindungan sosial yang telah disediakan pemerintah.

Ia mendorong masyarakat lebih aktif mencari informasi mengenai berbagai program bantuan dan perlindungan sosial yang dapat dimanfaatkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....