Disbudpar Perkuat Branding Kota Bandung di Bandara Husein Sastranegara
- 31 Agt 2026 15:35 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung terus memperkuat branding pariwisata di Bandara Internasional Husein Sastranegara, seiring kembali beroperasinya penerbangan komersial dari dan menuju Kota Bandung.
Kepala Disbudpar Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa mengatakan, penguatan branding dilakukan melalui kolaborasi antara Pemerintah Kota Bandung, pengelola bandara, serta pihak swasta.
Menurutnya, Bandara Internasional Husein Sastranegara memiliki posisi strategis sebagai salah satu pintu masuk wisatawan ke Kota Bandung. Karena itu, identitas dan karakter Kota Bandung perlu ditampilkan sejak wisatawan pertama kali tiba di bandara.
“Pemerintah Kota Bandung kolaborasi dengan bandara, ada pihak swasta juga. Kita dari kami cukup intensif untuk me-branding Kota Bandung. Tentunya ini belum tuntas, terus akan kita makin matangkan,” ujar Adi, Senin 31 Agustus 2026.
Salah satu bagian dari penguatan branding tersebut diwujudkan melalui penggunaan ornamen dan elemen visual yang merepresentasikan Kota Bandung. Di area bandara, terdapat tempat duduk serta elemen berbentuk kabin yang menjadi bagian dari konsep visual khas Bandung.
Selain itu, terdapat layar LED berukuran panjang hingga sekitar 10 meter yang menampilkan berbagai pesan bernuansa Bandung. Sejumlah ungkapan khas, seperti “Wilujeng Landing” dan “Sampurasun”, turut digunakan untuk memberikan pengalaman yang lebih kuat kepada penumpang sejak tiba di Kota Bandung.
“Yang menjadi ikon itu di sana sudah ada tempat duduk kemudian ada kabin. Itu khas. Apalagi dengan LED yang panjang sampai 10 meter dan menampilkan kata-kata yang Bandung,” katanya.
Adi menyebut, konsep branding tersebut telah mendapat persetujuan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan dan dikembangkan melalui kolaborasi dengan para desainer.
Tidak hanya mengandalkan ornamen visual, branding Kota Bandung di Bandara Husein Sastranegara juga mengangkat karya seni yang membawa pesan tentang inklusivitas.
Salah satunya berupa lukisan karya penyandang disabilitas Muhammad Syafiq atau yang akrab disapa Oki. Karya tersebut sebelumnya ditampilkan dalam rangkaian Asia Afrika Festival.
Menurut Adi, karya tersebut memiliki nilai penting untuk ditampilkan di bandara karena tidak hanya berkaitan dengan seni, tetapi juga menyampaikan pesan mengenai keterbukaan dan inklusivitas Kota Bandung.
Kehadiran karya tersebut sekaligus memperkuat citra Bandung sebagai kota yang terbuka dan memberikan ruang bagi seluruh masyarakat untuk berkontribusi melalui kreativitas, tanpa memandang latar belakang maupun kondisi fisik.
“Dibuatnya juga oleh difabel. Kalau buat Pak Wali, Bandung itu kota inklusif, kota yang sangat terbuka. Siapa pun bisa memberikan kontribusi buat Kota Bandung,” katanya.
Sementara itu, terkait kembali dibukanya penerbangan Garuda Indonesia di Bandara Internasional Husein Sastranegara, Disbudpar Kota Bandung masih melakukan pemantauan dan evaluasi.
Penerbangan perdana Garuda Indonesia kembali melayani Bandara Husein Sastranegara pada 14 Agustus 2026. Karena operasionalnya baru berjalan sekitar setengah bulan, Disbudpar akan berkoordinasi dengan pihak pengelola bandara untuk melihat perkembangannya.
“Kita mungkin akan evaluasi ini di bulan Agustus seperti apa. Penerbangan juga karena baru bulan pertama, bahkan setengah bulan. Kita nanti koordinasi juga dengan pihak bandara,” ucapnya.
Evaluasi tersebut akan mencakup stabilitas frekuensi penerbangan serta jumlah penumpang yang menggunakan Bandara Husein Sastranegara.
Adi menilai, salah satu dampak paling potensial dari kembali aktifnya penerbangan komersial adalah meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara ke Kota Bandung.
“Kalau saya melihat yang sangat akan berubah itu adalah jumlah kunjungan wisman, wisatawan mancanegara. Mungkin ini akan lebih banyak jumlahnya dibandingkan dengan yang sebelum-sebelumnya,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....