Dispangtan Cimahi Siapkan 1.400 Vaksin Rabies Gratis, Anjing Liar Ikut Jadi Sasaran
- 30 Agt 2026 14:36 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Cimahi - Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) terus memperkuat pencegahan rabies melalui vaksinasi hewan. Program tersebut tidak hanya menyasar anjing peliharaan, tetapi juga membuka peluang penanganan terhadap anjing liar yang berada di lingkungan masyarakat.
Pada 2026, Dispangtan Kota Cimahi menyiapkan sebanyak 1.400 dosis vaksin rabies secara gratis untuk masyarakat. Selain vaksin rabies, pemerintah juga menyediakan 600 dosis vaksin flu burung sebagai bagian dari upaya pengendalian penyakit hewan.
Program vaksinasi tersebut dijalankan melalui SITERANG atau Vaksinasi On The Spot Hewan Penular Rabies dan Flu Burung. Pelaksanaan program ini sejalan dengan konsep One Health yang menempatkan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan sebagai satu kesatuan.
Masyarakat pemilik hewan peliharaan diharapkan memanfaatkan layanan vaksinasi tersebut sebagai langkah pencegahan sejak dini. Vaksinasi rutin juga menjadi bentuk tanggung jawab pemilik dalam menjaga kesehatan hewan sekaligus melindungi lingkungan sekitar.
Dispangtan Cimahi turut memberikan perhatian terhadap keberadaan anjing liar yang berpotensi menjadi sumber risiko apabila tidak ditangani. Masyarakat dapat melaporkan keberadaan anjing liar kepada petugas apabila hewan tersebut berada di lokasi yang dinilai membahayakan.
Plh Kepala Bidang Pertanian Dispangtan Kota Cimahi, drh Retno Wulan mengatakan, apabila anjing liar memungkinkan untuk ditangkap, petugas akan melakukan vaksinasi terlebih dahulu. Setelah mendapatkan vaksinasi, hewan tersebut akan diarahkan untuk mendapatkan penanganan dan pemeliharaan lebih lanjut.
Anjing yang telah ditangani selanjutnya dapat diserahkan kepada shelter atau komunitas untuk mendapatkan perawatan. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pengendalian rabies sekaligus penanganan populasi hewan di lingkungan masyarakat.
Retno menilai keberhasilan pencegahan penyakit hewan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Kesadaran pemilik hewan, komunitas pecinta hewan, serta masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang aman.
“Bukan hanya soal kesehatan hewan, tetapi juga memastikan keberadaannya tetap aman bagi manusia dan lingkungan sekitar,” ujar Retno dalam keterangannya, Sabtu 29 Agustus 2026.
Melalui vaksinasi dan pengawasan yang lebih baik, risiko penularan rabies sekaligus potensi serangan hewan dapat ditekan. Masyarakat juga diharapkan tidak mengabaikan perubahan perilaku hewan dan segera melakukan pelaporan apabila menemukan kondisi yang berpotensi membahayakan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....