Pelatihan BCKS Dorong Lahirnya Pemimpin Sekolah yang Mampu Gerakkan Perubahan

  • 30 Agt 2026 13:30 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Upaya menyiapkan pemimpin pendidikan yang mampu membawa perubahan di satuan pendidikan terus diperkuat Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Salah satunya melalui Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) yang membekali guru dengan kompetensi kepemimpinan, manajemen sekolah, hingga kemampuan membangun kolaborasi.

Pelatihan BCKS Gelombang 2 bagi Tenaga Kependidikan tersebut digelar oleh Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Jawa Barat. Kegiatan sekaligus dirangkaikan dengan penutupan Program Peningkatan Kompetensi Guru Sekolah Dasar dalam Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD-MBI).

Pelaksanaan kegiatan juga terhubung secara daring dengan peserta BCKS dari enam Unit Pelaksana Teknis (UPT) lainnya, yakni BGTK Aceh, BGTK Lampung, KGTK Gorontalo, BBGTK Jawa Tengah, BBGTK Jawa Timur, dan BBGTK Sulawesi Selatan. Sebanyak 40 kelas dari berbagai daerah mengikuti rangkaian kegiatan tersebut dari UPT masing-masing.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Nunuk Suryani mengatakan, program BCKS menjadi bagian penting dalam memastikan kebutuhan kepala sekolah dapat dipenuhi oleh calon pemimpin yang memiliki kompetensi memadai.

Hingga Agustus 2026, tercatat 5.704 peserta telah mengikuti Pelatihan BCKS. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.033 peserta memperoleh pembiayaan melalui APBN, sementara 2.671 peserta dibiayai APBD.

“Sudah hampir 80% pemenuhan kebutuhan kepala sekolah terpenuhi,” kata Nunuk saat menghadiri kegiatan di BBGTK Jawa Barat, Sabtu 29 Agustus 2026.

Menurutnya, jumlah tersebut masih berpotensi bertambah lantaran sejumlah pelatihan yang menggunakan pembiayaan APBD Provinsi Jawa Barat masih berada dalam tahap seleksi substansi.

Di Jawa Barat, Pelatihan BCKS Gelombang 2 berlangsung sejak 14 hingga 30 Agustus 2026. Program ini diikuti 415 peserta yang berasal dari 10 kabupaten di Jawa Barat, mulai jenjang TK hingga SLB.

Model pembelajaran dirancang dengan memadukan pembelajaran mandiri melalui Learning Management System (LMS) dan pembelajaran tatap muka. Para peserta mendapatkan pendampingan dari widyaiswara UPT GTK serta kepala sekolah mentor dari berbagai jenjang pendidikan.

Khusus peserta BCKS jenjang SMK di Jawa Barat, pelatihan juga menggandeng dunia usaha dan dunia industri melalui kemitraan dengan PT Len Industri (Persero) di Bandung. Nunuk berharap proses pembekalan tersebut tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan peserta, tetapi dapat diterapkan ketika mereka memperoleh amanah sebagai kepala sekolah.

Pada waktu yang sama, pelatihan BCKS juga berlangsung di sejumlah UPT lainnya dengan jumlah peserta sekitar 1.300 orang. Pelaksanaan tersebut tersebar di BGTK Aceh, BGTK Lampung, KGTK Gorontalo, BBGTK Jawa Timur, BBGTK Jawa Tengah, dan BBGTK Sulawesi Selatan.

Selain calon kepala sekolah, penguatan kapasitas tenaga kependidikan juga menjadi perhatian Ditjen GTK. Hingga Agustus 2026, Direktorat KSPSTK telah memberikan intervensi pelatihan kepada 633 tenaga kependidikan dan 220 fasilitator.

Sepanjang 2026, pelatihan tenaga kependidikan direncanakan menjangkau 1.860 peserta melalui 27 UPT GTK dengan dukungan pembiayaan APBN dan APBD. Sasaran program mencakup operator sekolah, bendahara sekolah, tenaga laboratorium, serta tenaga perpustakaan.

Manfaat pelatihan mulai dirasakan peserta. Hetty Kusmiati, guru Bahasa Indonesia SMPN 2 Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, menilai BCKS memberikan perspektif baru mengenai peran seorang pemimpin sekolah. Ia mengaku mulai memiliki gambaran mengenai berbagai langkah yang akan dilakukan apabila kelak mendapat amanah sebagai kepala sekolah, termasuk dalam pengelolaan sumber daya, komunikasi, kemitraan, kompetensi sosial, dan kepemimpinan.

“Saya sudah mendapat inspirasi-inspirasi baru yang mungkin nanti akan saya terapkan ketika saya menjabat sebagai kepala sekolah,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....