Kopi Lembang Tembus Pasar Arab Saudi

  • 30 Agt 2026 13:26 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung Barat - Kopi produksi petani Kabupaten Bandung Barat kembali menunjukkan daya saingnya di pasar internasional. Sebanyak 4 ton kopi unggulan dari kawasan Lembang resmi diberangkatkan menuju Arab Saudi dalam seremoni pelepasan ekspor yang digelar di halaman Kantor Bupati Bandung Barat, Sabtu 29 Agustus 2026.

Ekspor tersebut menjadi momentum penting bagi pengembangan sektor pertanian sekaligus penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Bandung Barat. Produk yang dikirim merupakan kopi hasil produksi Poktan Arjuna dengan merek Tonas Coffee, yang berasal dari Desa Cibodas, Kecamatan Lembang.

Keberhasilan menembus pasar Timur Tengah ini tidak lepas dari kolaborasi sejumlah pihak. Pemerintah Kabupaten Bandung Barat bersama Bank Indonesia, Bea Cukai, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), serta Dinas Koperasi dan UMKM turut memberikan dukungan dalam proses pengembangan hingga fasilitasi ekspor.

Perwakilan eksportir, Dikdik Ramdaniansyah, mengatakan pengiriman perdana tersebut merupakan hasil kerja bersama yang melibatkan berbagai pihak sejak tahap persiapan hingga komoditas siap dikirim ke luar negeri.

“Alhamdulillah kegiatan hari ini berjalan lancar. Ini bukan hanya kinerja dari Monas dan tim saja, tetapi berkat dukungan banyak pihak, terutama Pemkab Bandung Barat, Bank Indonesia, Bea Cukai, serta dinas-dinas terkait,” ujar Dikdik.

Menurutnya, potensi kopi Lembang masih sangat besar untuk dikembangkan. Jika pengiriman ke Arab Saudi mendapatkan respons sesuai harapan pasar, pihaknya optimistis volume ekspor dapat meningkat dalam waktu mendatang.

“Insya Allah jika pengiriman hari ini sesuai ekspektasi, tahun depan volumenya bisa naik dua hingga tiga kali lipat,” katanya.

Tak berhenti di pasar Arab Saudi, eksportir juga tengah menyiapkan perluasan pasar ke negara lain. Jepang dan Australia menjadi dua negara yang dibidik untuk pengembangan pasar berikutnya.

“Kami juga memproyeksikan perluasan pasar ke Jepang dan Australia memanfaatkan jaringan yang ada. Sampel kopi sudah kita sebar sejak tahun lalu. Mohon doa restunya agar tahun depan kita bisa menembus tiga negara sekaligus,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bandung Barat H. Asep Ismail, menyambut positif keberhasilan petani kopi Lembang membawa produknya ke pasar internasional. Ia menilai ekspor tersebut memberikan dampak ekonomi sekaligus membuka peluang lebih besar bagi komoditas lokal untuk berkembang.

“Tonase 4 ton ini sangat menggerakkan perekonomian bagi kami, terlebih ini merupakan penetrasi baru ke kawasan Timur Tengah,” kata Asep.

Ia juga mengapresiasi dukungan Bea Cukai dan Bank Indonesia yang selama ini turut mendorong pelaku UMKM di Kabupaten Bandung Barat agar mampu meningkatkan kapasitas usahanya.

Dukungan terhadap UMKM hingga mampu melakukan ekspor juga menjadi bagian dari upaya Bank Indonesia mendorong pelaku usaha lokal naik kelas. Ekspor dipandang sebagai salah satu tahapan tertinggi dalam pengembangan UMKM karena tidak hanya memperluas pasar, tetapi juga berpotensi meningkatkan penerimaan devisa negara.

Salah satu program yang diberikan adalah Export Coaching Program, berupa pendampingan dan peningkatan kapasitas pelaku usaha selama sekitar tiga hingga delapan bulan. Pembinaan mencakup aspek produksi, pemenuhan standar produk, hingga fasilitasi dan pendampingan dalam proses ekspor.

Dengan terbukanya pasar Timur Tengah dan rencana ekspansi ke Jepang serta Australia, kopi Lembang diharapkan dapat menjadi salah satu komoditas unggulan yang ikut menggerakkan perekonomian petani dan UMKM Kabupaten Bandung Barat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....