Inovasi SATRIA, Diskominfo Cimahi Siapkan Dashboard Keamanan Siber

  • 29 Agt 2026 19:46 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Cimahi - Diskominfo Kota Cimahi menyiapkan pengembangan lanjutan inovasi SATRIA untuk memperkuat pemantauan keamanan informasi pada layanan digital pemerintah. Inovasi tersebut akan diarahkan tidak hanya sebagai alat penilaian, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pengelolaan risiko keamanan informasi di lingkungan Pemkot Cimahi.

SATRIA merupakan singkatan dari Security Assessment Trilogy for Risk-based and Integrated Assurance sebuah instrumen yang dikembangkan untuk memberikan gambaran mengenai tingkat keamanan informasi. Sistem penilaian ini diharapkan membantu perangkat pemerintah menentukan prioritas pembenahan berdasarkan risiko yang ditemukan.

Pada tahap awal penerapannya, SATRIA telah diuji di lingkungan Diskominfo Kota Cimahi pada Juli 2026. Hasil baseline assessment menunjukkan skor 80,0 dari 100, yang menjadi titik awal untuk melakukan evaluasi dan peningkatan keamanan informasi.

Skor tersebut tidak semata-mata menjadi ukuran pencapaian, tetapi juga berfungsi sebagai dasar untuk mengetahui aspek yang masih membutuhkan penguatan. Melalui hasil penilaian itu, potensi kerentanan dapat dipetakan sehingga langkah mitigasi dapat dilakukan secara lebih terukur.

Inovasi SATRIA merupakan pengembangan dari PAMOR yang sebelumnya telah digunakan untuk meningkatkan kesadaran aparatur terhadap keamanan informasi. Perbedaannya, SATRIA memberikan ruang penilaian yang lebih komprehensif dengan melihat faktor manusia, aplikasi, serta infrastruktur dan perangkat.

Pengembangan tersebut menjadi penting karena keamanan informasi tidak hanya bergantung pada teknologi yang digunakan pemerintah. Faktor sumber daya manusia, keamanan aplikasi, hingga kesiapan infrastruktur juga memiliki peran dalam menjaga keberlangsungan layanan digital.

Kepala Diskominfo Kota Cimahi, Ahmad Saefulloh, menegaskan dukungan terhadap pengembangan SATRIA agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi tata kelola pemerintahan digital.

“Inovasi ini dapat menjadi instrumen untuk mengidentifikasi risiko dan meningkatkan keamanan layanan digital secara bertahap.” ujar Ahmad dalam keterangannya, Jumat 28 Agustus 2026.

Menurutnya, penguatan keamanan harus dilakukan secara berkelanjutan mengikuti perkembangan teknologi dan potensi ancaman siber. Evaluasi rutin diperlukan agar sistem yang digunakan pemerintah tetap mampu memberikan perlindungan terhadap informasi yang dikelola.

Tahap berikutnya, SATRIA akan dikembangkan melalui evaluasi berkala dan digitalisasi instrumen penilaian. Diskominfo juga menyiapkan pengembangan dashboard monitoring sebagai sarana untuk memudahkan pemantauan kondisi keamanan informasi.

Dashboard tersebut nantinya diharapkan dapat membantu proses pemantauan secara lebih sistematis dan memberikan gambaran mengenai perkembangan keamanan informasi. Dengan dukungan data yang lebih terukur, proses pengambilan keputusan terkait mitigasi risiko dapat dilakukan secara lebih tepat.

Penerapan SATRIA juga direncanakan diperluas ke berbagai perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Cimahi. Perluasan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun standar keamanan informasi yang lebih konsisten dalam penyelenggaraan pemerintahan digital.

Melalui inovasi ini, Diskominfo Kota Cimahi mendorong agar transformasi digital tidak hanya berorientasi pada kemudahan dan kecepatan pelayanan. Aspek keamanan, perlindungan informasi masyarakat, serta keberlangsungan sistem juga menjadi bagian penting dalam membangun layanan publik digital yang terpercaya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....