SATRIA, Inovasi Diskominfo Cimahi Perkuat Keamanan Layanan Digital Pemerintah

  • 29 Agt 2026 19:45 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Cimahi - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Cimahi terus memperkuat keamanan informasi seiring semakin luasnya pemanfaatan layanan digital pemerintah. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga data masyarakat sekaligus memastikan pelayanan publik berbasis digital tetap berjalan secara aman dan berkelanjutan.

Transformasi digital memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses berbagai layanan pemerintahan tanpa harus selalu datang secara langsung. Namun, meningkatnya ketergantungan terhadap sistem digital juga diikuti risiko keamanan siber yang dapat mengancam data maupun operasional pemerintahan.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Diskominfo Kota Cimahi mengembangkan inovasi bernama SATRIA (Security Assessment Trilogy for Risk-based and Integrated Assurance). Inovasi ini dirancang sebagai instrumen untuk mengukur kondisi keamanan informasi sekaligus membantu pemerintah mengidentifikasi risiko dan menentukan langkah perbaikan.

SATRIA dikembangkan oleh Kepala Seksi Persandian dan Pemberdayaan Sumber Daya Telematika Diskominfo Kota Cimahi, Deni Prayitno. Inovasi tersebut merupakan pengembangan dari program sebelumnya, yakni PAMOR (Patroli Ancaman Siber dan Monitoring Risiko), dengan cakupan penilaian keamanan yang lebih luas.

Jika PAMOR sebelumnya menitikberatkan pada kepatuhan aparatur melalui penerapan Clear Desk dan Clear Screen, SATRIA memperluas pengukuran terhadap tiga aspek utama. Ketiga aspek tersebut meliputi manusia, aplikasi, serta infrastruktur dan perangkat yang digunakan dalam penyelenggaraan layanan digital.

Implementasi awal SATRIA dilakukan di lingkungan Diskominfo Kota Cimahi pada Juli 2026. Dari pengukuran awal tersebut, diperoleh SATRIA Score sebesar 80,0 dari 100 yang menjadi gambaran awal mengenai kondisi keamanan informasi di lingkungan perangkat daerah tersebut.

Hasil baseline assessment itu selanjutnya dapat digunakan sebagai dasar untuk melihat berbagai potensi risiko yang masih perlu ditangani. Dengan pemetaan tersebut, perbaikan keamanan informasi dapat dilakukan secara lebih terarah sesuai tingkat risiko dan kebutuhan organisasi.

Kepala Diskominfo Kota Cimahi, Ahmad Saefulloh, menyatakan dukungannya terhadap pengembangan dan keberlanjutan inovasi SATRIA sebagai bagian dari penguatan tata kelola keamanan informasi.

“Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Cimahi mendukung sepenuhnya implementasi dan keberlanjutan inovasi SATRIA sebagai upaya memperkuat tata kelola keamanan informasi dan mendukung transformasi digital Pemerintah Kota Cimahi.” ujar Ahmad dalam keterangannya, Jumat 28 Agustus 2026.

Menurut Ahmad, keberadaan SATRIA tidak hanya berfungsi sebagai alat pengukuran, tetapi juga dapat menjadi instrumen untuk mengenali risiko keamanan informasi sejak dini. Evaluasi tersebut diharapkan mendorong peningkatan kualitas pengamanan layanan digital secara bertahap dan berkelanjutan.

Penguatan keamanan informasi menjadi semakin penting karena gangguan terhadap sistem pemerintahan dapat berdampak langsung terhadap pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, aspek perlindungan data dan ketahanan sistem perlu berjalan beriringan dengan percepatan transformasi digital.

Ke depan, Diskominfo Kota Cimahi akan mengembangkan SATRIA melalui evaluasi secara berkala dan digitalisasi instrumen penilaian. Pengembangan dashboard monitoring juga disiapkan agar pemantauan kondisi keamanan informasi dapat dilakukan secara lebih efektif dan terukur.

Penerapan SATRIA selanjutnya diarahkan agar dapat diperluas ke perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Cimahi. Langkah tersebut diharapkan mampu membangun ekosistem layanan digital pemerintahan yang lebih aman sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik berbasis teknologi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....