Ngatiyana: Pramuka Cimahi Harus Cetak Generasi Tangguh Hadapi Masa Depan
- 29 Agt 2026 06:04 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Cimahi - Wali Kota Cimahi Ngatiyana menilai Gerakan Pramuka memiliki posisi penting dalam membentuk karakter generasi muda di tengah perubahan zaman. Ia berharap Pramuka Kota Cimahi tidak hanya menjadi tempat mengembangkan prestasi, tetapi juga ruang untuk membangun kepemimpinan, kemandirian dan kecakapan hidup.
Menurut Ngatiyana, pendidikan kepramukaan memiliki keunggulan karena menggabungkan pembentukan karakter dengan pengalaman langsung. Pola tersebut dinilai mampu membantu generasi muda memahami arti kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama dan kepedulian terhadap lingkungan.
Tantangan yang dihadapi anak muda saat ini juga semakin beragam seiring pesatnya perkembangan teknologi informasi. Karena itu, Gerakan Pramuka dituntut mampu beradaptasi tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar kepramukaan yang selama ini menjadi fondasi pendidikan karakter.
Ngatiyana mengatakan kemampuan beradaptasi harus dibarengi dengan penguatan kapasitas organisasi dan sumber daya manusia. Kwartir dan gugus depan memiliki peran penting dalam memastikan program kepramukaan dapat berjalan secara konsisten dan memberikan dampak positif.
“Penguatan kwartir dan gugus depan menjadi pondasi agar pendidikan karakter berjalan konsisten,” ujar Ngatiyana dalam momentum Hari Pramuka ke-65 tahun 2026 pada Kamis 27 Agustus 2026.
Selain karakter, ia menilai anggota Pramuka perlu dibekali keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan masa depan. Literasi digital, kecakapan hidup, kepedulian sosial, kemampuan bekerja sama dan kesiapsiagaan menjadi sejumlah kemampuan yang perlu terus dikembangkan.
Ngatiyana juga mengaitkan pendidikan kepramukaan dengan upaya membangun kepedulian terhadap ketahanan pangan. Menurutnya, generasi muda perlu memahami bahwa persoalan pangan merupakan bagian penting dari keberlangsungan kehidupan masyarakat dan masa depan bangsa.
Kegiatan sederhana seperti membuat kebun sekolah, memanfaatkan pekarangan dan mengolah sampah organik menjadi kompos dapat menjadi sarana pembelajaran. Dari kegiatan tersebut, anggota Pramuka dapat belajar mengenai produktivitas, lingkungan sekaligus pentingnya menjaga sumber daya alam.
Pemahaman mengenai pangan juga dapat diperluas melalui edukasi tentang makanan bergizi dan pengurangan pemborosan makanan. Dengan demikian, kegiatan Pramuka tidak hanya membentuk keterampilan individu, tetapi juga menumbuhkan kepedulian terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Indonesia Emas 2045 tidak akan datang dengan sendirinya, masa depan itu sedang kita siapkan hari ini, dan generasi muda yang berdiri di hadapan kita adalah bagian dari generasi yang akan menentukannya,” kata Ngatiyana.
Ngatiyana berharap generasi muda Kota Cimahi mampu menjadi bagian dari perubahan positif menuju Indonesia Emas 2045. Gerakan Pramuka pun diharapkan terus berkembang sebagai wadah pendidikan yang melahirkan generasi disiplin, tangguh, peduli, adaptif dan siap memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....