Milangkala ke-159 Desa Padaasih Jadi Momentum Lestarikan Budaya dan Dorong UMKM

  • 28 Agt 2026 20:31 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung Barat - Pemerintah Desa Padaasih, Kabupaten Bandung Barat, menggelar Hajat Bumi dan Milangkala Desa Padaasih ke-159 selama tiga hari, Jumat hingga Minggu, 28–30 Agustus 2026.

Rangkaian peringatan diawali dengan pengajian dan doa bersama di Lapangan Desa Padaasih, Jumat 28 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi pemerintah dan masyarakat untuk memanjatkan rasa syukur sekaligus mengenang jasa para leluhur yang menjadi bagian dari perjalanan panjang Desa Padaasih.

Kepala Desa Padaasih, Deden Mujijat, mengatakan kegiatan tawasulan dan doa bersama digelar sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur sekaligus ikhtiar agar desa senantiasa diberikan keamanan, keberkahan, dan kemajuan.

“Yang pertama itu acara kita kepada leluhur, terutama di Desa Padaasih. Kita tawasulan sekaligus mendoakan leluhur-leluhur yang ada di Padaasih, karena Desa Padaasih sudah 159 tahun berdiri,” ujar Deden seusai kegiatan.

Kemeriahan Milangkala kemudian dilanjutkan dengan kegiatan seni dan budaya yang melibatkan masyarakat dari 15 RW. Sekitar 30 kesenian dijadwalkan tampil pada Sabtu 29 Agustus, sebelum dilanjutkan dengan pertunjukan kesenian khas Sunda.

“Besok ada kegiatan kreasi seni budaya. Pendaftarannya dari 15 RW, ada sekitar 30 kesenian yang akan tampil. Kemudian dilanjutkan dengan kesenian Sunda,” katanya.

Sementara pada Minggu 30 Agustus, masyarakat akan mengikuti senam dan gerak jalan santai. Perayaan kemudian ditutup dengan hiburan pop Sunda yang menghadirkan bintang tamu sesuai aspirasi masyarakat.

Deden memastikan seluruh rangkaian kegiatan Milangkala tidak dibiayai melalui pungutan kepada masyarakat. Dukungan kegiatan berasal dari para donatur dan pelaku usaha yang berada di Desa Padaasih.

“Selama kita mengadakan kegiatan hampir setiap tahun, kita tidak pernah meminta kepada masyarakat. Mayoritas masyarakat di sini petani dan pedagang,” ungkapnya.

Selain menjadi ajang pelestarian budaya, Milangkala ke-159 juga dimanfaatkan sebagai ruang promosi produk UMKM warga. Pemerintah desa mendorong berbagai produk lokal, di antaranya olahan pindang ikan serta produk berbahan dasar pisang dari industri rumahan.

“UMKM yang ada di masyarakat, termasuk yang ada di perumahan, juga kita dorong. Salah satu produk yang diunggulkan ada pindang ikan dan produk dari pisang dari home industry,” tutur Deden.

Ia berharap peringatan Milangkala dapat semakin memperkuat kebersamaan pemerintah desa dengan masyarakat sekaligus mendorong kemajuan ekonomi lokal.

“Harapan kami, mulai dari masyarakat sampai pemerintahan Desa Padaasih, masyarakatnya sejahtera, aman, dan di bidang pertanian subur makmur. Ke depan Desa Padaasih lebih baik dan lebih maju,” urainya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....