LCC HAM Jadi Pintu Lahirnya Duta HAM Pelajar
- 27 Agt 2026 21:15 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat, Hasbullah Fudail, menyiapkan terobosan baru dalam penguatan pendidikan Hak Asasi Manusia (HAM) di kalangan pelajar. Untuk pertama kalinya di Indonesia, Lomba Cerdas Cermat HAM (LCC HAM) diarahkan tidak hanya sebagai kompetisi, tetapi juga menjadi pintu lahirnya Duta HAM dari kalangan pelajar.
Gagasan ini dikembangkan sebagai wadah menemukan pelajar yang memiliki pengetahuan, kepedulian, dan komitmen terhadap nilai-nilai HAM. Mereka yang berprestasi dalam kompetisi akan diberi ruang lebih luas untuk berperan sebagai agen perubahan di lingkungan pendidikan maupun masyarakat.
Menurut Hasbullah, LCC HAM tidak boleh berhenti ketika perlombaan selesai. Pengetahuan yang diperoleh peserta harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. “Kita ingin LCC HAM ini bukan sekadar perlombaan, tetapi langkah awal melahirkan agen perubahan dan Duta HAM dari kalangan pelajar,” ujarnya. dalam keterangan tertulis yang diterima RRI, Kamis 27 Agustus 2026.
Konsep ini sekaligus menjadi pembeda. Pelajar tidak hanya diuji pemahaman konsep HAM, tetapi juga dipersiapkan untuk berani mengambil peran di tengah lingkungan sebayanya.
Para pelajar yang dipercaya sebagai Duta HAM diharapkan mampu menjadi teladan dalam membangun budaya penghormatan terhadap martabat manusia. Mereka dapat mengedukasi teman sebaya mengenai hak dan kewajiban, mendorong sikap antiperundungan, menolak diskriminasi, membangun toleransi, serta menyelesaikan persoalan secara damai.
Hasbullah menilai pendekatan melalui pelajar memiliki arti penting. Generasi muda memiliki ruang pergaulan yang luas dan komunikasi dekat dengan teman sebaya, sehingga pesan HAM lebih mudah diterima bila disampaikan oleh sesama pelajar dengan bahasa yang akrab.
Pengembangan LCC HAM menuju Duta HAM diharapkan menjadi model perdana di Indonesia. Rencana ini akan dikembangkan melalui kegiatan lanjutan pada akhir September 2026, dengan pelajar dipersiapkan menjalankan peran sebagai penggerak HAM.
Bagi KemenHAM Jawa Barat, keberadaan Duta HAM bukan sekadar simbol. “Duta HAM harus mampu membawa HAM keluar dari ruang perlombaan. Masuk ke sekolah, masuk ke lingkungan pertemanan, dan hadir di tengah masyarakat,” tegas Hasbullah.
Pada akhirnya, LCC HAM diarahkan menjadi gerakan pendidikan HAM berkelanjutan. Perlombaan menjadi pintu masuk, prestasi menjadi awal, dan Duta HAM menjadi penggerak untuk membumikan nilai-nilai HAM di tengah generasi muda.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....