Maulid Nabi Jadi Momentum Pangdam Siliwangi Perkuat Akhlak Prajurit

  • 27 Agt 2026 18:59 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M menjadi momentum bagi jajaran Kodam III/Siliwangi untuk memperkuat keimanan. Selain itu sekaligus meneguhkan nilai keteladanan Rasulullah dalam menjalankan tugas sebagai prajurit.

Peringatan Maulid Nabi tahun ini mengusung tema “Melalui Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 1448 H/2026 M, Kita Mantapkan Tekad Bersama Rakyat, TNI Prima dan Kuat, Siap Mewujudkan Indonesia yang Maju dan Berdaulat.”

Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Al-Ikhlas, Makodam III/Siliwangi, Kota Bandung, Kamis 27 Agustus 2026. Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, hadir bersama Kasdam, Irdam, Kapoksahli Pangdam, Danrindam, Asrendam, para Asisten Kasdam, staf ahli Pangdam, para komandan satuan, kepala badan pelaksana, serta anggota Kodam III/Siliwangi.

Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah III/Siliwangi beserta jajaran pengurus juga turut mengikuti kegiatan tersebut. Tausiyah dalam peringatan Maulid Nabi disampaikan Ustaz Harry Gunawan, S.Pd.I.

Dalam sambutannya, Pangdam menegaskan bahwa Maulid Nabi tidak semata-mata menjadi kegiatan untuk memperingati kelahiran Rasulullah SAW. Lebih dari itu, momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk menggali dan menerapkan keteladanan Nabi dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, Rasulullah SAW telah menunjukkan berbagai sikap terpuji, mulai dari kejujuran, amanah, keberanian, kedisiplinan, kesederhanaan hingga kepedulian terhadap sesama.

Nilai-nilai tersebut, kata dia, relevan dengan tuntutan pengabdian seorang prajurit. Kemampuan profesional dalam menjalankan tugas harus diimbangi dengan karakter yang kuat, integritas, serta akhlak yang baik. “Rasulullah SAW telah memberikan contoh tentang kejujuran, amanah, keberanian, kedisiplinan, kesederhanaan, dan kepedulian terhadap sesama,” ujar Kosasih.

Tema tersebut, menurut Pangdam, menegaskan pentingnya hubungan yang erat antara TNI dan masyarakat. Profesionalisme militer harus berjalan beriringan dengan kepedulian serta kehadiran prajurit di tengah rakyat.

“Kekuatan TNI tidak dapat dipisahkan dari kemanunggalannya dengan rakyat. Karena itu, profesionalisme prajurit harus berjalan seiring dengan kepedulian, kedekatan, dan kehadiran nyata di tengah masyarakat,” tegasnya.

Ia kemudian mengajak seluruh prajurit Siliwangi menerjemahkan keteladanan Rasulullah dalam tindakan nyata. Setiap tugas harus dilaksanakan secara bertanggung jawab dengan tetap menjaga kehormatan diri, satuan, serta mengutamakan kepentingan masyarakat dan negara.

Kosasih juga menilai kekuatan iman dan akhlak dapat menjadi fondasi bagi prajurit maupun pegawai negeri sipil di lingkungan Kodam III/Siliwangi dalam menghadapi tantangan tugas yang semakin kompleks.

Landasan tersebut sekaligus penting untuk mempertahankan kepercayaan masyarakat terhadap institusi TNI melalui perilaku yang profesional, berintegritas, dan memberikan manfaat. “Jadikan keteladanan Rasulullah SAW sebagai pedoman dalam kehidupan kedinasan maupun bermasyarakat sehingga setiap langkah pengabdian kita benar-benar memberikan manfaat bagi rakyat, bangsa, dan negara,” tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....