Milangkala ke-106 Cikahuripan, Tradisi dan BUMDes Jadi Penggerak Kemandirian Desa
- 27 Agt 2026 11:42 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung Barat - Peringatan Milangkala ke-106 Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), berlangsung meriah pada Rabu malam, 26 Agustus 2026. Pagelaran wayang golek menjadi penutup rangkaian acara sekaligus ruang bagi warga untuk mempererat silaturahmi dan menjaga semangat kebersamaan.
Lebih dari sekadar hiburan, perayaan milangkala tersebut menjadi momentum Pemerintah Desa Cikahuripan untuk memperkuat kolaborasi warga dalam menjaga keamanan lingkungan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi desa.
Kepala Desa Cikahuripan Oman Haryanto mengatakan, pagelaran wayang golek telah menjadi agenda tahunan yang dinantikan masyarakat. Selain melestarikan budaya Sunda, kegiatan tersebut dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan mengenai pentingnya menjaga ketertiban dan keamanan di lingkungan masing-masing.
“Ini hiburan masyarakat yang diselenggarakan setahun sekali. Harapan saya, lewat pergelaran wayang golek ini warga terus mempererat kebersamaan serta aktif menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan,” kata Oman.
Menurut Oman, kemeriahan milangkala tahun ini juga tidak terlepas dari dukungan para pelaku usaha di sekitar desa. Pemerintah desa memilih mengedepankan gotong royong dengan menggandeng sektor usaha, sehingga pelaksanaan kegiatan tidak harus dibebankan kepada masyarakat.
“Kami tidak meminta iuran ke masyarakat. Kami bergotong royong menggandeng para pengusaha setempat. Pembangunan daerah tidak bisa sepenuhnya mengandalkan pemerintah, kita harus siap membangun bersama lewat semangat gotong royong,” ujarnya.
Di tengah keterbatasan anggaran pemerintahan desa, Cikahuripan juga terus mencari sumber kekuatan ekonomi dari potensi yang dimiliki. Salah satunya melalui pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
BUMDes Cikahuripan diarahkan tidak hanya menjadi unit usaha desa, tetapi juga instrumen untuk membangun kemandirian ekonomi. Pengelolaannya bahkan telah mampu menopang kebutuhan operasional serta penggajian karyawan secara berkelanjutan.
Kondisi tersebut mendapat perhatian dari Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) KBB Dudi Supriadi. Ia menilai Cikahuripan memiliki peluang untuk menjadi contoh bagi desa lain dalam mengembangkan sumber pendapatan alternatif, terutama ketika pemerintah desa menghadapi kecenderungan penurunan Dana Desa maupun Alokasi Dana Desa (ADD).
“Kami mendorong seluruh desa di KBB berinovasi di bidang perekonomian, salah satunya memaksimalkan BUMDes. Cikahuripan memiliki potensi besar yang patut menjadi pilot project,” tutur Dudi.
Potensi ekonomi Cikahuripan cukup beragam. Di sektor pertanian, masyarakat mulai mengembangkan pola budidaya modern dengan memanfaatkan greenhouse dan sistem irigasi untuk menghasilkan komoditas unggulan, salah satunya tomat.
Sektor peternakan juga dikembangkan tidak berhenti pada produksi bahan mentah. Pengolahan susu menjadi produk keju lokal menjadi salah satu contoh upaya meningkatkan nilai tambah hasil usaha warga. Produk tersebut bahkan telah dipasarkan hingga ke luar Jawa Barat.
Sementara itu, sektor UMKM dan kerajinan turut menjadi bagian dari ekosistem ekonomi desa melalui pengembangan produk kuliner olahan serta kerajinan tangan masyarakat.
Dudi menekankan, keberagaman potensi tersebut perlu dikelola secara konsisten agar tidak sekadar menjadi daftar potensi desa. Jika dikembangkan secara bisnis dan terintegrasi melalui BUMDes maupun pelaku usaha lokal, sektor-sektor tersebut dinilai dapat memperkuat Pendapatan Asli Desa (PADes) sekaligus memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Jangan sampai potensi hanya berhenti di atas kertas atau kita menyerah pada situasi ekonomi saat ini. Mari bersama-sama mengoptimalkan peluang yang ada di wilayah masing-masing,” pungkasnya.
Dengan usia yang telah mencapai 106 tahun, Cikahuripan tidak hanya merawat tradisi melalui kesenian wayang golek, tetapi juga berupaya membangun fondasi ekonomi yang lebih mandiri. Perpaduan budaya, gotong royong, dan penguatan usaha desa menjadi modal Cikahuripan untuk menghadapi tantangan pembangunan ke depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....