BPBD Subang Siaga Darurat, Bimtek Linmas dan Hemat Air Jadi Kunci
- 26 Agt 2026 01:57 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Subang – BPBD Kabupaten Subang, menindaklanjuti imbauan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, terkait penanganan bencana. Fokus penanganan meliputi kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, krisis air bersih, dan kekeringan lahan pertanian.
“Kami menindaklanjuti arahan Gubernur, untuk siaga menghadapi dampak kemarau panjang tahun ini,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Subang, Enda kepada RRI di Subang, Selasa 25 Agustus 2026.
Langkah yang diambil BPBD adalah, memberlakukan status siaga darurat bencana. Selain itu, didirikan posko kedaruratan bencana di Mako BPBD Kabupaten Subang, kecamatan, hingga desa-desa yang rawan bencana.
“Posko tidak hanya di kantor kami, tapi juga sampai ke tingkat kecamatan dan desa rawan bencana, agar respons lebih cepat,” katanya.
BPBD juga meningkatkan koordinasi dengan TNI-Polri, pemerintah desa dan kelurahan, serta mengaktifkan peran masyarakat. Salah satunya melalui Bimtek Linmas di setiap desa dan kelurahan, serta imbauan terkait pencegahan kebakaran, dan penghematan air.
“Kami libatkan TNI-Polri, desa, kelurahan, dan Linmas. Ada juga imbauan, agar warga tidak membakar dan mulai hemat menggunakan air,” ujar dia.
Dengan berbagai langkah tersebut, BPBD berharap, ancaman bencana akibat kemarau panjang dapat diminimalisir. Target utamanya adalah, tidak ada korban jiwa dalam setiap kejadian bencana.
“Harapan kami dengan kesiapsiagaan ini, tidak ada korban jiwa. Dampak bencana bisa kita tekan seminimal mungkin,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....