Mahasiswa USB YPKP Terjun Langsung Dampingi Wajib Pajak melalui Program Renjani
- 25 Agt 2026 18:12 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Sebanyak 31 mahasiswa Program Studi S1 Akuntansi Universitas Sangga Buana (USB) YPKP mendapat kesempatan mengasah kemampuan perpajakan melalui keterlibatan dalam program Relawan Pajak untuk Negeri (Renjani) 2026.
Program yang merupakan bagian dari kerja sama Tax Center USB YPKP dengan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) tersebut membawa mahasiswa berhadapan langsung dengan kebutuhan administrasi perpajakan masyarakat.
Para mahasiswa yang berasal dari angkatan 2022 dan 2023 tidak hanya menjalankan fungsi pendampingan, tetapi juga ikut memberikan pemahaman kepada wajib pajak mengenai proses pelaporan pajak. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menghubungkan materi yang dipelajari di bangku kuliah dengan kondisi perpajakan di lapangan.
Perjalanan para relawan dimulai sejak proses seleksi pada September 2025. Pendaftaran dilakukan melalui laman resmi DJP dan dilanjutkan dengan leveling test hingga November. Setelah melalui tahapan seleksi, hasil penempatan relawan diumumkan pada Desember 2025.
Relawan Tax Center USB YPKP kemudian ditempatkan di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Bandung Bojonegara. Mereka menjalankan tugas pendampingan selama Januari hingga April 2026 dengan mekanisme piket di kantor pelayanan pajak.
Tidak hanya bertugas di KPP, mahasiswa juga membawa layanan pendampingan lebih dekat ke lingkungan kampus. Melalui program “Pojok Pajak”, relawan membuka layanan bagi dosen dan karyawan USB YPKP pada 23 Februari hingga 13 Maret 2026.
Bagi mahasiswa, pengalaman tersebut memberikan pembelajaran yang tidak diperoleh sepenuhnya melalui perkuliahan. Relawan berhadapan dengan beragam karakter dan persoalan wajib pajak, sekaligus mempelajari perkembangan sistem administrasi perpajakan, termasuk penggunaan aplikasi Coretax.
Salah satu relawan, Agisya Okta Salsya Bila, menilai keterlibatannya dalam Renjani memberikan gambaran nyata mengenai pekerjaan di bidang perpajakan. “Pengalaman berinteraksi langsung dengan wajib pajak menjadi bekal yang berguna untuk pengembangan karier setelah menyelesaikan pendidikan,” kata Agisya, dalam keterangan USB YPKP, Senin 24 Agustus 2026.
Dosen USB YPKP, Nurwathi, S.T., M.T., mengapresiasi keberadaan Pojok Pajak yang menurutnya membantu civitas akademika menyelesaikan pelaporan SPT. Pendampingan yang diberikan relawan membuat tahapan pelaporan lebih mudah diikuti karena disampaikan secara bertahap dan komunikatif.
“Harapannya, layanan serupa dapat terus dilaksanakan sehingga masyarakat kampus memiliki akses pendampingan ketika menghadapi kebutuhan administrasi perpajakan,” kata Nurwathi.
Keterlibatan mahasiswa dalam Renjani sejalan dengan upaya DJP memperluas literasi perpajakan dan mendorong kepatuhan wajib pajak. Di sisi lain, program tersebut memberi ruang bagi perguruan tinggi untuk memperkuat pembelajaran berbasis pengalaman serta mempersiapkan mahasiswa menghadapi tuntutan dunia kerja.
Partisipasi dalam Renjani 2026 menjadi bagian dari upaya USB YPKP mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan praktik profesional dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui pengalaman langsung tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya menguasai konsep perpajakan, tetapi juga memiliki keterampilan komunikasi, pelayanan, dan pemecahan masalah yang dibutuhkan di dunia kerja.
Langkah ini sekaligus memperkuat peran Tax Center USB YPKP sebagai penghubung antara pendidikan tinggi, kebutuhan masyarakat, dan agenda peningkatan kesadaran perpajakan di Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....