Pemkab : APBD 2026 Difokuskan untuk Kebutuhan Mendesak Masyarakat
- 24 Agt 2026 13:32 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Garut – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut, Nurdin Yana, menegaskan bahwa Perubahan APBD 2026 diarahkan untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang belum terakomodasi dalam APBD Murni.
Ia mengapresiasi tuntasnya pembahasan Kebijakan Umum APBD serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) antara Pemerintah Kabupaten Garut dan DPRD. Kesepakatan tersebut dilanjutkan dengan pengajuan Nota Pengantar Rancangan Peraturan Daerah (Raperda), yang mencakup Perubahan APBD 2026, tata kelola BUMD/PDAM, hingga pemajuan kebudayaan lokal.
Nurdin mengingatkan seluruh ASN untuk memiliki rasa kepemilikan terhadap persoalan yang terjadi di lapangan. Menurutnya, masyarakat tidak melihat sekat tugas pokok dan fungsi (tupoksi) antar instansi, tetapi memandang pemerintah daerah sebagai satu kesatuan.
| Baca juga: Car Free Day GEMAR Diiukuti Ribuan Peserta |
"Ini adalah bagian dari kita yang mau tidak mau harus menjadi konsentrasi kita semua. Karena bapak ibu sekalian, hakekatnya mohon maaf, tugas pokok fungsi itu kerap kali masyarakat akan mengalamatkan kepada kita semua. Tidak pernah melihat apakah ini merupakan bagiannya atau bukan bagiannya, semua itu akan terfokus kepada kita semua," katanya, disela memimpin apel gabungan di Setda Garut, Senin, 24 Agustus 2026.
Terkait alokasi anggaran, Nurdin menegaskan Perubahan APBD 2026 difokuskan untuk mengakomodasi kebutuhan mendesak masyarakat yang sempat tertunda dalam perencanaan APBD Murni.
Ia meminta jajaran kepala SKPD tetap memprioritaskan program yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat, meskipun anggaran operasional internal harus dilakukan secara hemat.
Nurdin juga mendorong ASN meningkatkan militansi kerja dan bergerak cepat dalam merespons persoalan masyarakat. "Hampir semua kebutuhan kita itu banyak sekali untuk kepentingan dan orientasi kepada keberpihakan masyarakat. Bagaimana kontribusi kita, sekecil apapun itu bisa bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya.
Secara khusus, Nurdin menyoroti peran strategis camat sebagai representasi pimpinan daerah di wilayah. Menurutnya, kehadiran camat secara langsung di tengah masyarakat dapat membantu meredam persoalan sosial sekaligus menunjukkan keberpihakan pemerintah.
"Bapak dan ibu camat saya kira, ini menjadi penting bagi rekan-rekan sekalian di lapangan. Kehadiran rekan-rekan itu adalah representatif kehadiran para pimpinan kita di Kabupaten termasuk juga para kepala SKPD yang ada di kabupaten," tegasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....