Atasi Kemacetan, Pemkot Cimahi Kejar Percepatan Jembatan dan Perkuat Contraflow

  • 24 Agt 2026 13:28 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Cimahi - Pemerintah Kota Cimahi menyiapkan sejumlah langkah untuk mengatasi kemacetan yang terjadi akibat pembangunan infrastruktur di beberapa ruas jalan utama. Evaluasi rekayasa lalu lintas hingga percepatan perbaikan Jembatan Raden Demang Harjakusumah menjadi strategi yang ditempuh untuk mengembalikan kelancaran mobilitas masyarakat.

Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudistira mengatakan pemerintah bersama Satlantas Polres Cimahi dan Dinas Perhubungan terus memantau titik-titik yang mengalami kepadatan. Pemantauan dilakukan untuk memastikan pola pengaturan kendaraan yang diterapkan benar-benar mampu mengurangi antrean, khususnya pada jam sibuk.

Salah satu skema yang mulai diterapkan adalah contraflow di kawasan Underpass Sriwijaya. Rekayasa tersebut memberikan tambahan ruang bagi kendaraan sehingga arus lalu lintas di kawasan yang terdampak pembangunan dapat bergerak lebih fleksibel.

“Saya coba cek bagaimana caranya supaya ada solusi untuk warga Cimahi agar tidak terjadi kemacetan yang begitu parah seperti kemarin.” ujar Adhitia dalam keterangannya, Senin 24 Agustus 2026.

Selain rekayasa arus, jumlah petugas di lapangan juga akan ditambah untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan. Personel gabungan dari Dinas Perhubungan, TNI dan Polri akan ditempatkan pada sejumlah titik yang memiliki potensi kepadatan tinggi.

“Nantinya, petugas gabungan dari Dishub, TNI, dan Polri ditempatkan di sejumlah titik yang dianggap rawan penumpukan kendaraan.” ucapnya.

Pemkot Cimahi juga mendorong agar pengerjaan proyek Underpass Gatot Subroto dilakukan dengan tetap memperhatikan kelancaran lalu lintas. Ruas jalan yang masih memungkinkan dilewati kendaraan diharapkan dapat dipertahankan hingga pekerjaan memasuki tahap yang membutuhkan pembongkaran secara menyeluruh.

Upaya tersebut menjadi penting karena penutupan atau penyempitan beberapa ruas secara bersamaan dapat menciptakan bottleneck. Jika tidak diantisipasi, penumpukan kendaraan di satu lokasi dapat dengan cepat merambat ke ruas jalan lain di Kota Cimahi.

Selain mengatur lalu lintas, percepatan proyek Jembatan Raden Demang Harjakusumah menjadi salah satu prioritas pemerintah. Jembatan tersebut harus segera ditangani karena mengalami penurunan konstruksi yang berpotensi membahayakan apabila dibiarkan.

Pemkot Cimahi menggunakan metode hydraulic static dynamic pile dalam proses perbaikan jembatan. Metode tersebut diharapkan dapat mempercepat pekerjaan sehingga target penyelesaian yang sebelumnya diperkirakan 90 hari dapat ditekan.

“Kalau bisa, yang sebelumnya ditargetkan 90 hari, kita dorong agar satu bulan jembatan Pemkot sudah bisa dilalui kembali.” katanya.

Namun, pemerintah memastikan percepatan pekerjaan tidak akan mengesampingkan aspek keselamatan. Jembatan baru akan dibuka kembali apabila secara teknis dinyatakan aman dan memenuhi persyaratan untuk dilalui kendaraan.

Di tengah pengerjaan berbagai proyek, Pemkot Cimahi juga melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pihak pelaksana pembangunan Underpass Gatot Subroto. Koordinasi tersebut diperlukan agar tahapan pembangunan tidak menimbulkan penutupan jalan secara bersamaan yang dapat memperbesar beban lalu lintas.

Pemkot Cimahi kini menjadikan kondisi kemacetan sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki pengelolaan lalu lintas selama proyek infrastruktur berlangsung. Rekayasa kendaraan akan terus disesuaikan berdasarkan perkembangan di lapangan agar mobilitas masyarakat tetap terjaga.

Pemerintah menyadari karakter Cimahi sebagai kota perlintasan membuat perubahan pada satu ruas jalan dapat memengaruhi jaringan jalan di kawasan lainnya. Karena itu, keberhasilan penanganan kemacetan membutuhkan koordinasi berkelanjutan antara Pemkot Cimahi, Pemprov Jawa Barat, kepolisian, TNI, Dishub, dan pelaksana proyek.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....