Pemkot Cimahi Minta Maaf atas Kemacetan parah, Rekayasa Lalu Lintas Dievaluasi
- 24 Agt 2026 13:25 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Cimahi - Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kemacetan parah yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Kepadatan lalu lintas tersebut dipicu oleh berlangsungnya sejumlah proyek infrastruktur secara bersamaan yang berdampak terhadap perubahan arus kendaraan di sejumlah ruas jalan utama Kota Cimahi.
Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengatakan pemerintah memahami kemacetan telah mengganggu aktivitas masyarakat, terutama warga yang bepergian untuk bekerja, sekolah maupun keperluan lainnya. Pemkot Cimahi memastikan kondisi tersebut menjadi perhatian serius dan akan dievaluasi agar dampaknya terhadap mobilitas masyarakat dapat ditekan.
“Atas nama pribadi dan Pemkot Cimahi, saya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengguna jalan yang melintasi Kota Cimahi, atas ketidaknyamanan yang terjadi selama proses pembangunan.” ujar Ngatiyana dalam keterangannya, Senin 24 Agustus 2026.
Ngatiyana menjelaskan, kemacetan tidak terlepas dari pengerjaan sejumlah proyek strategis yang berlangsung dalam waktu berdekatan. Proyek tersebut antara lain pembangunan Underpass Gatot Subroto yang merupakan program Pemerintah Provinsi Jawa Barat, perbaikan Jembatan Raden Demang Harjakusumah oleh Pemkot Cimahi, serta pembangunan Flyover Pusdikpom yang menjadi program pemerintah pusat.
Kondisi tersebut membuat kapasitas sejumlah ruas jalan berkurang sehingga ruang gerak kendaraan menjadi lebih terbatas, terutama saat terjadi peningkatan volume kendaraan pada pagi dan sore hari. Situasi itu kemudian menimbulkan efek berantai karena Cimahi merupakan salah satu kota perlintasan yang menghubungkan sejumlah wilayah di Bandung Raya.
Menurut Ngatiyana, perbaikan Jembatan Raden Demang Harjakusumah tetap harus dilakukan meskipun berdampak terhadap kelancaran lalu lintas. Kondisi konstruksi jembatan yang mengalami penurunan membuat penanganan harus segera dilakukan demi mencegah kerusakan semakin parah dan menghindari risiko yang dapat membahayakan masyarakat.
“Perbaikan ini harus dilakukan secepatnya agar tidak terjadi kerusakan, bencana, atau hal-hal yang nantinya dapat membahayakan dan memakan korban.” ucapnya.
Pemkot Cimahi kini kembali mengevaluasi sejumlah rekayasa lalu lintas yang sebelumnya diterapkan di berbagai titik. Salah satu langkah yang dilakukan adalah penerapan sistem contraflow di sekitar Underpass Sriwijaya untuk memberikan ruang pergerakan kendaraan dan mengurangi penumpukan pada jam sibuk.
Sementara itu Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudistira mengatakan evaluasi rekayasa lalu lintas dilakukan bersama Satlantas Polres Cimahi dan Dinas Perhubungan Kota Cimahi. Pemerintah melakukan pengecekan langsung ke lapangan untuk mencari skema yang paling memungkinkan diterapkan berdasarkan kondisi lalu lintas aktual.
Adhitia menyebut penerapan contraflow mulai memberikan dampak dalam membantu mengurai kepadatan kendaraan, khususnya pada periode pagi dan sore. Selain mengubah pola arus kendaraan, pemerintah juga menambah personel pengatur lalu lintas di sejumlah lokasi yang dinilai rawan terjadi penumpukan.
“Nantinya, petugas gabungan dari Dishub, TNI, dan Polri ditempatkan di sejumlah titik yang dianggap rawan penumpukan kendaraan.” kata Adhitia.
Pemkot Cimahi juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pihak pelaksana pembangunan Underpass Gatot Subroto. Pemerintah mendorong agar ruas jalan yang masih memungkinkan digunakan kendaraan tetap difungsikan sebelum memasuki tahapan konstruksi yang membutuhkan pembongkaran secara masif.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah munculnya penyempitan arus atau bottleneck yang berpotensi memperparah kemacetan. Setiap perubahan pola lalu lintas akan terus dipantau sehingga rekayasa dapat disesuaikan dengan kondisi kendaraan di lapangan.
Di sisi lain, Pemkot Cimahi berupaya mempercepat pengerjaan Jembatan Raden Demang Harjakusumah agar akses kendaraan dapat kembali normal. Pengerjaan menggunakan metode hydraulic static dynamic pile yang diharapkan mampu memperpendek durasi pembangunan dari target awal sekitar 90 hari.
“Kalau bisa, yang sebelumnya ditargetkan 90 hari, kita dorong agar satu bulan jembatan Pemkot sudah bisa dilalui kembali.” jelasnya.
Meski demikian, Adhitia menegaskan pembukaan kembali jembatan tidak dapat dilakukan hanya berdasarkan percepatan waktu pengerjaan. Faktor teknis dan keselamatan pengguna jalan tetap menjadi pertimbangan utama sebelum jembatan kembali dibuka untuk kendaraan.
Pemerintah juga berupaya mengatur tahapan proyek agar penutupan sejumlah ruas jalan tidak terjadi secara bersamaan. Jalan Gatot Subroto, misalnya, diupayakan tetap dapat digunakan dengan kapasitas terbatas sampai pekerjaan memasuki tahap yang mengharuskan penutupan secara total.
Kemacetan yang terjadi menjadi bahan evaluasi bagi Pemkot Cimahi dalam menerapkan kebijakan rekayasa lalu lintas di tengah pembangunan infrastruktur. Pemerintah menilai skenario lalu lintas tidak cukup hanya disusun berdasarkan perencanaan, tetapi harus terus disesuaikan dengan situasi aktual di lapangan.
Karakter Cimahi sebagai kota perlintasan membuat gangguan pada satu ruas jalan dapat memberikan dampak terhadap ruas lainnya. Karena itu, koordinasi lintas instansi dan pengaturan arus kendaraan akan terus diperkuat selama proyek pembangunan berlangsung.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....