Pemkot Bandung Percepat Penanganan Kemacetan akibat Pembangunan BRT
- 21 Agt 2026 15:24 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Perhubungan (Dishub) terus melakukan penanganan kemacetan yang terjadi akibat pembangunan infrastruktur Bus Rapid Transit (BRT) di sejumlah ruas jalan Kota Bandung.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, Dishub menjadi leading sector dalam penanganan dampak lalu lintas selama proses pembangunan BRT berlangsung. Pemkot Bandung juga tengah melakukan pembenahan pada sejumlah jalur trotoar dan median jalan yang terdampak pekerjaan konstruksi.
"Beberapa jalur trotoar sedang dibereskan. Yang paling menantang adalah bagian yang membuat kemacetan. Bukan hanya jalur trotoar yang sedang diperbaiki, tetapi jalur median juga sedang dikerjakan. Jangan sampai pengerjaan ini membuat kemacetan," ujar Farhan, Jumat 21 Agustus 2026.
Farhan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang aktivitasnya terganggu akibat pekerjaan pembangunan tersebut. Ia memastikan proses pengerjaan akan dilakukan secara cepat dan tertata, sekaligus memperhatikan aspek keselamatan pengguna jalan.
"Saya mohon maaf sekali karena pekerjaan ini menimbulkan kemacetan. Tetapi saya akan memastikan pengerjaannya dilakukan dengan cepat, rapi, dan tidak menimbulkan kecelakaan," katanya.
Farhan menjelaskan, keseluruhan pembangunan dan penataan infrastruktur BRT ditargetkan rampung dalam waktu sekitar dua tahun. Dengan demikian, seluruh pekerjaan konstruksi ditargetkan selesai pada 2027," Totalnya sekitar dua tahun. Jadi pada 2027 semuanya selesai," ujarnya.
Ia menargetkan mulai September 2027, layanan BRT dapat beroperasi secara penuh tanpa adanya pekerjaan konstruksi tambahan yang mengganggu kelancaran lalu lintas.
Selain pembangunan fisik, Pemkot Bandung juga akan melakukan pengaturan lalu lintas, terutama pada ruas yang nantinya menjadi dedicated lane atau jalur khusus bus yang dilengkapi separator.
"Mulai September 2027, BRT akan beroperasi penuh tanpa konstruksi tambahan lagi. Termasuk pengaturan lalu lintas, khususnya di jalur yang istilahnya dedicated lane, yaitu jalur dengan separator khusus untuk bus yang akan melewati jalur tersebut," jelasnya.
Farhan menjelaskan, jalur BRT akan menghubungkan sejumlah kawasan penting di Kota Bandung. Salah satu jalurnya dimulai dari kawasan Alun-Alun Bandung menuju arah barat.
"Dari Alun-Alun menuju ke arah barat, kemudian melalui Sudirman sampai ke Rajawali. Dari Rajawali masuk sampai ke stasiun. Dari stasiun belok kanan ke arah Otista, kemudian sampai ke Tegalega," katanya.
Dari kawasan Tegalega, jalur BRT kemudian bergerak ke arah utara hingga kembali menuju kawasan Alun-Alun Bandung.
Selain itu, terdapat jalur yang mengarah dari Alun-Alun menuju kawasan Banceuy dan selanjutnya terhubung ke Jalan Ahmad Yani hingga kawasan Kiaracondong.
"Dari Alun-Alun, jalur berikutnya belok kanan ke Sunia atau Banceuy, kemudian masuk terus sampai ke Ahmad Yani. Ahmad Yani lurus terus sampai ke arah Kiaracondong," ujar Farhan.
Di kawasan Kiaracondong, jalur tersebut akan melakukan putar balik dan kembali melintasi Jalan Jakarta dan Jalan Ahmad Yani. Selanjutnya, rute berlanjut menuju Simpang Lima, Jalan Asia Afrika, hingga kembali bertemu di kawasan Alun-Alun Bandung.
"Di Kiaracondong melakukan putar balik, kemudian masuk lagi ke Jalan Jakarta, Ahmad Yani, lurus lagi sampai ke Simpang Lima, Asia Afrika, dan bertemu kembali di Alun-Alun. Itu merupakan jalur BRT Barat, Selatan, dan Timur," tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....