Polres Subang Dampingi Petani Ciater, Tanam Bawang Putih untuk Indonesia

  • 19 Agt 2026 21:03 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Subang — Di sela kabut Ciater, puluhan petani bawang putih menggenggam bibit di tangan. Rabu 19 Agustus 2026, lahan Blok Dozer PTPN Kebun Ciater, berubah jadi panggung harapan baru.

Mereka bukan hanya menanam. Mereka menanam mimpi, agar dapur rumah tangga tidak lagi tergantung impor.

Aksi itu, bagian dari Penanaman Bawang Putih Serentak di 17 Provinsi. Di Subang, kegiatan dipimpin Wakapolda Jabar Brigjen Pol. Adi Vivid Agustiadi, Kapolres Subang AKBP Andi Purwanto, bersama Wakil Bupati Agus Masykur Rosyadi, dan kelompok tani.

Bagi para petani, bantuan alsintan dan pupuk yang diserahkan hari itu terasa nyata. Tidak lagi sekadar janji di atas kertas.

Salah satunya Ujang, 48 tahun, anggota kelompok tani Ciater. Ia mengaku sudah 10 tahun menanam bawang, tapi hasilnya sering kalah dengan harga impor.

“Kami senang akhirnya didampingi. Bibitnya bagus, alatnya dikasih. Mudah-mudahan tahun depan kami bisa panen lebih banyak, dan harga stabil,” ujar Ujang.

Hal senada disampaikan Asep, petani muda dari Desa Cicadas. Ia berharap, anak-anak muda mau kembali ke sawah, karena pertanian mulai dilirik negara. “Selama ini tanam bawang itu judi. Kalau ada dukungan dari Polri dan pemerintah, kami jadi lebih berani. Kami ingin Subang jadi penghasil bawang, bukan cuma pembeli,” kata Asep.

Sementara itu, Kapolres Subang AKBP Andi Purwanto mengatakan, kehadirannya bukan untuk seremoni. Ia ingin memastikan, petani merasa didampingi dari awal tanam sampai panen.

“Kami ingin hadir di tengah petani. Swasembada itu bukan soal angka, tapi soal perut rakyat, yang terisi dari hasil bumi sendiri,” tegas AKBP Andi.

Di tempat yang sama, Wakapolda Jabar Brigjen Pol. Adi Vivid menambahkan, ketahanan pangan dimulai dari semangat petani. Polri siap mengawal, agar tidak ada lagi tengkulak yang mempermainkan harga.

“Kalau petani sejahtera, negara kuat. Kita kawal dari bibit sampai ke pasar, agar hasilnya dinikmati langsung oleh petani,” tegas Brigjen Pol. Adi Vivid.

Rangkaian kegiatan juga terhubung lewat zoom, dengan Kapolri dari Sembalun Lombok Timur. Kapolri mengapresiasi, dan meminta bibit asli Sembalun yang terbukti unggul, dan terus dikembangkan. Acara ditutup dengan groundbreaking Gudang Ketahanan Pangan Polri.

Di Ciater, tanah basah bekas cangkul jadi bukti. Swasembada bawang putih, tidak dimulai dari gedung, tapi dari tangan-tangan petani yang hari ini kembali percaya, bahwa menanam bisa menghidupi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....