Udara Panas dan Gerah di Jawa Barat, Ini Penjelasan BMKG!

  • 19 Agt 2026 17:57 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Suhu udara yang terasa panas dan gerah dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Jawa Barat dalam beberapa hari bahkan pekan terakhir. Kondisi tersebut menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dipengaruhi kombinasi suhu minimum yang hangat serta tingginya kelembapan udara.

Prakirawan BMKG Bandung, Edi Wibowo menjelaskan kondisi ini memiliki kaitan dengan pertumbuhan awan konvektif yang terbentuk secara lokal di sejumlah wilayah Jawa Barat. Awan konvektif adalah jenis awan yang terbentuk akibat proses naiknya udara hangat dan lembap ke atmosfer karena pemanasan matahari di permukaan bumi.

"Sedikit penjelasan mengenai suhu udara akhir-akhir ini yaitu terdapat pertumbuhan awan konvektif secara lokal," ujar Edi, Rabu 19 Agustus 2026.

Menurut Edi, suhu minimum di wilayah Bandung dan sekitarnya dalam dua hari terakhir berada pada kisaran 21 hingga 22 derajat Celsius. Sementara kelembapan udara tercatat cukup tinggi, yakni sekitar 55 hingga 80 persen.

"Suhu udara minimum cukup hangat dua hari terakhir pada kisaran 21–22 derajat Celsius, kelembapan udara cukup lembap 55–80 persen, sehingga kondisi udara terasa panas-lembap," katanya.

Tingginya kelembapan membuat keringat lebih sulit menguap dari permukaan kulit. Kondisi tersebut menyebabkan tubuh merasakan suhu yang lebih panas dibandingkan angka yang tercatat pada termometer.

Fenomena itu juga membuat indeks panas mengalami peningkatan. Karena itu, cuaca dapat terasa lebih gerah meski suhu udara sebenarnya tidak berada pada tingkat yang masuk kategori ekstrem.

BMKG mengimbau masyarakat untuk menjaga asupan cairan dengan rutin mengonsumsi air putih guna mencegah dehidrasi. Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat menyertai pertumbuhan awan konvektif di sejumlah wilayah Jawa Barat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....