Paris Festival 2026 Cimahi Penggerak Ekonomi, 50 UMKM Siap Ramaikan Bazar

  • 19 Agt 2026 15:20 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Cimahi - Paris Festival 2026 tidak hanya dirancang sebagai panggung hiburan, tetapi juga menjadi upaya menggerakkan ekonomi masyarakat Kota Cimahi. Festival yang digelar di Kampung Pasir Hiris, Kelurahan Cibeber, pada Sabtu, 29 Agustus 2026 itu akan melibatkan pelaku UMKM dan menampilkan berbagai potensi lokal.

Kepala Seksi Kebudayaan Disbudparpora Kota Cimahi Ares Rudhiansyah mengatakan, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi seni, budaya, pariwisata, olahraga, sekaligus produk usaha masyarakat. Hingga kini, hampir 50 pelaku UKM telah mendaftarkan diri untuk mengisi stan bazar dalam Paris Festival 2026.

“Jadi bukan di sektor kebudayaan saja, pariwisatanya, UKM-nya, semua terdorong untuk meningkat.” ujar Ares usai siaran di RRI, Rabu 19 Agustus 2026.

Pelaksanaan Paris Festival tahun ini juga memiliki keunikan karena diselenggarakan tanpa menggunakan APBD Kota Cimahi. Konsep yang diterapkan adalah zero budgeting dengan mengandalkan partisipasi masyarakat, penjualan kupon jalan santai, dukungan sponsor, dan kontribusi para pelaku usaha.

“Ini zero budgeting, enggak pakai APBD, dan benar-benar kita mandiri.” ucapnya.

Ares menyebut persiapan Paris Festival 2026 saat ini telah mencapai sekitar 70 persen. Panitia masih melakukan pemantapan teknis sekaligus menjalin komunikasi dengan sejumlah donatur dan sponsor menjelang pelaksanaan acara.

Festival tersebut sekaligus menjadi penyelenggaraan perdana Paris Festival di Kota Cimahi. Disbudparpora berharap kegiatan ini tidak berhenti pada tahun pertama, tetapi dapat menjadi agenda tahunan yang terus dievaluasi dan dikembangkan.

“Kita berusaha komitmen dan mudah-mudahan di tahun mendatang kita menyelenggarakan lagi.” katanya.

Salah satu hal yang menjadi pembeda Paris Festival adalah penggunaan nama dan branding yang memancing rasa penasaran masyarakat. Nama Paris sempat membuat sebagian warga mengira kegiatan tersebut berhubungan dengan Paris di Prancis, padahal nama itu merupakan kependekan dari Pasir Hiris.

“Orang berpikiran di Perancis, padahal di Cimahi, di Kampung Pasir Hiris, di Kelurahan Cibeber.” jelasnya.

Menurut Ares, branding tersebut akan dipertahankan sebagai identitas festival sekaligus dikembangkan pada penyelenggaraan berikutnya. Konsep Paris Festival ke depan bahkan berpeluang menghadirkan unsur bernuansa Prancis seperti cosplay dan karakter tertentu untuk memperkuat identitas kegiatan.

Pada penyelenggaraan perdana ini, fokus utama masih diarahkan pada seni budaya, pariwisata, UMKM, serta olahraga masyarakat. Keterbatasan anggaran membuat sejumlah konsep tambahan belum dapat direalisasikan, tetapi panitia akan menjadikannya sebagai bahan evaluasi untuk kegiatan berikutnya.

Selain menggerakkan ekonomi melalui bazar, panitia juga akan melihat perkembangan omzet para pelaku usaha yang mengikuti festival. Evaluasi tersebut dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kegiatan masyarakat memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi UMKM Cimahi.

“Kita nanti cek omsetnya berapa, gara-gara kegiatan ini kan harus dicek laporan omsetnya.” tegasnya.

Paris Festival 2026 juga akan menggabungkan seniman lokal dengan sejumlah bintang tamu dari luar Cimahi. Untuk pertunjukan wayang golek, Ki Dalang Adi Konthea Sunarya akan tampil dengan pengiring dari Mekar Giri Harja 2 Group, sedangkan Jujeng dan Ikey Kucluk menjadi bintang tamu hiburan.

Dengan konsep tersebut, Paris Festival diharapkan mampu menjadi etalase potensi lokal sekaligus ruang promosi bagi pelaku UMKM. Jika mendapat respons positif, festival ini ditargetkan berkembang menjadi agenda tahunan yang semakin kuat dan dikenal lebih luas dari Kota Cimahi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....