Krisis Air Bersih Cihanja, Pemkot Bandung Kirim Bantuan Tangki

  • 18 Agt 2026 18:03 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengakui adanya persoalan krisis air bersih di kawasan Cihanja, Kelurahan Ciumbuleuit, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung. Kondisi tersebut dipengaruhi sulitnya akses terhadap sumber air di kawasan permukiman warga.

‎‎Farhan mengatakan, salah satu kendala utama adalah kedalaman sumber air yang cukup jauh. Untuk memperoleh air tanah, pengeboran bahkan harus dilakukan hingga kedalaman sekitar 100 meter.

‎‎"Itu memang harus diakui. Salah satu masalahnya adalah kedalaman sumber air yang cukup jauh. Untuk mendapatkan air, pengeboran kadang harus mencapai kedalaman hingga 100 meter," ujar Farhan usai kegiatan Penanaman Bersama Lahan Kritis dan Penataan Ruang Publik Rereongan Sarupi di Kampung Cihanja, Kelurahan Ciumbuleuit, Kecamatan Cidadap, Selasa 18 Agustus 2026.


‎Menurutnya, persoalan juga disebabkan oleh posisi permukiman warga yang tidak selalu berdekatan dengan sumber mata air yang tersedia. Kondisi ini membuat pemenuhan kebutuhan air bersih di sejumlah wilayah menjadi lebih sulit.

‎‎Farhan menuturkan, Pemerintah Kota Bandung saat ini masih menyalurkan bantuan air bersih menggunakan mobil tangki untuk wilayah yang kondisinya sudah sangat krusial.

‎‎"Saat ini, untuk wilayah yang kondisinya sudah sangat krusial, kami masih mengirimkan bantuan air menggunakan mobil tangki," katanya.

‎‎Sementara itu, untuk wilayah yang masih memungkinkan ditangani melalui program pembangunan lingkungan, Pemkot Bandung mendorong pembangunan Sarana Air Bersih (SAB).

‎‎Farhan menyebut pembangunan SAB dapat didorong melalui program reses dan pokok pikiran (pokir) sebagai salah satu upaya memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

‎‎"Kami mendorong pembangunan Sarana Air Bersih (SAB) melalui program reses dan pokok pikiran (pokir)," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....