HUT ke-81 RI, KDM Minta Maaf Belum Memerdekakan Masyarakat Jabar

  • 17 Agt 2026 09:37 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) meminta maaf kepada seluruh masyarakat Jawa Barat, belum dapat mewujudkan kemerdekaan bagi masyarakat. Hal itu diungkapkan KDM, saat menjadi inspektur upacara Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, di halaman Gedung Sate Kota Bandung Senin 17 Agustus 2026.

Dikatakan KDM, saat ini masih ada sekitar 500 ribu masyarakat Jawa Barat yang belum dapat menikmati jaringan listrik. Padahal Jawa Barat merupakan salah satu wilayah yang memiliki banyak sumber energi, seperti diantaranya geotermal, pembangkit listrik tenaga air dan lainnya.

Menurutnya, pekerjaan rumah tersebut ditargetkan selesai pada tahun 2027. Sehingga masyarakat Jawa Barat seluruhnya dapat menikmati jaringan listrik.

“Di Hari Kemerdekaan yang ke-81 ini, kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Jawa Barat yang berada di Jawa Barat, di luar Jawa Barat, di luar daerah Provinsi Jawa Barat, bahkan sampai di luar negeri untuk mencari nafkah. Kami menyampaikan permohonan maaf, 81 tahun Indonesia merdeka, kami belum bisa memerdekakan seluruh rakyat Jawa Barat,”ucap KDM.

Selain itu juga KDM mengakui, hingga saat ini Pemerintah Provinsi Jawa Barat belum dapat memberikan pelayanan kesehatan yang prima kepada seluruh masyarakat Jawa Barat. Sehingga, kondisi tersebut juga menjadi salah satu target yang bakal di kejar dalam masa kepemimpinannya.

“Bagaimana Jawa Barat harus melindungi rakyatnya dari gangguan kesehatan, tidak boleh lagi ada rakyat Jawa Barat yang masuk ke rumah sakit pulangnya berutang karena ketidakmampuan keuangan. Tidak boleh lagi ada rakyat Jawa Barat yang terhimpit karena kemiskinannya meninggal tanpa perawatan dari dokter dan paramedis, tidak boleh ada rakyat Jawa Barat yang terlahir kemudian caesar dan akhirnya KTP-nya ditahan oleh rumah sakit karena ketidakmampuan pembiayaan,”ucap KDM.

KDM juga menyoroti masalah pengelolaan anggaran daerah, yang pro terhadap kepentingan masyarakat. Pengelolaan anggaran tersebut harus dilakukan secara bersama – sama untuk kepentingan masyarakat.

“Menunda membeli mobil baru menggunakan uang negara, menunda membeli baju baru menggunakan uang negara, menunda menambah properti di rumah dinas sebanyak-banyaknya menggunakan uang negara, menunda! Maka seluruh penundaan itu diarahkan untuk apa?, mengangkat derajat agar masyarakat Jawa Barat setingkat demi setingkat angka pendidikannya semakin meningkat, tidak lagi terus berkutat di 8 tahun, ke depan harus kita meraih minimal 12 tahun,”tegas dia.

Persoalan penyediaan lapangan kerja serta pertanian pun di singgung KDM. Menurutnya harus di ciptakan lapangan kerja serta iklim pertanian yang berorientasi sebagai pertanian hijau.

Penggunaan pupuk dan petsida yang selama ini dilakukan, berdampak kepada penolakan pasar dunia terhadap hasil pertanian Jawa Barat. Pada kesempatan itu juga KDM mengungkapkan rasa keadilan bagi masyarakat Jawa Barat.

“Yang pertama adalah keadilan komutatif, di mana kita memiliki hak yang sama, kita berhak menghirup udara bersih dalam setiap hari, walau udaranya tidak semua bersih sampai hari ini, kita berhak mengenyam pendidikan, kita berhak menerima layanan kesehatan. Kita berhak mengeluarkan pendapat dan merdeka dalam berorganisasi, tetapi tetap dipertanggungjawabkan seluruh tindakan kita, setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di mata hukum. Itulah keadilan komutatif, walaupun seluruh kemerdekaan itu pun belum bisa dinikmati oleh semua,”kata KDM.

Sementara pada rangkaian Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, selain upacara peringatan, digelar juga kirab Merah Putih yang menempuh rute sepanjang 3,5 kilometer. Rute tersebut mulai dari Bale Pakuan (Jalan Ottoiskandar) menuju Jalan Kebon Jukut ke Jalan Perintis Kemerdekaan lalu Jalan Wastukenca. Selanjutnya, Jalan L.L.R.E Martadinata ke Jalan Ir. H. Juanda dan berakhir di halaman Gedung Sate Jalan Diponegoro.

Kemudian, pada pukul 10.30 WIB, parade defile dimulai di halaman Gedung Sate. Acara ini dimeriahkan oleh anggota TNI, Polri, Satpol PP serta penyapu jalan.

Pada sore hari, upacara penurunan Bendera Merah Putih dilaksanakan pukul 15.30 WIB. Lalu, ditutup dengan kirab pengembalian duplikat Bendera Merah Putih pukul 17.00 WIB.

Rute kirab dimulai dari Jalan Diponegoro - Jalan Sulanjana - Jalan Sawunggaling - Jalan Tamansari - Jalan Wastukencana - Jalan Padjadjaran - Jalan Cicendo hingga Bale Pakuan Jalan Kebonsirih.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....