Dinkes Jabar Sorotin Cakupan Imunisasi Anak di Jawa Barat Menurun

  • 15 Agt 2026 15:08 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat mencatat adanya penurunan cakupan imunisasi anak. Jika sebelumnya cakupan imunisasi dapat mencapai lebih dari 100 persen, kini angkanya berada di sekitar 92 persen.

‎‎Kondisi tersebut berarti masih terdapat sekitar 8 persen anak yang belum mendapatkan imunisasi. Padahal, imunisasi dinilai menjadi salah satu upaya penting untuk mencegah berbagai penyakit infeksi pada anak.

‎Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Vini Adiani Dewi, mengatakan penyakit infeksi seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), diare, dan pneumonia masih menjadi persoalan kesehatan yang cukup besar di Jawa Barat.

‎"Kita punya sistem pelaporan gawat darurat. Kasus terbanyak adalah ISPA, diare, dan pneumonia. Semuanya dipengaruhi perubahan iklim, sanitasi buruk, serta kurangnya air bersih," ujar Vini Adiani Dewi, Sabtu 15 Agustus 2026.


‎‎Menurutnya, risiko terjadinya infeksi pada anak dipengaruhi oleh berbagai faktor. Selain rendahnya cakupan imunisasi, kondisi gizi, sanitasi, ketersediaan air bersih, serta perilaku hidup bersih dan sehat juga turut menentukan.

‎Vini menilai kesadaran masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat masih perlu ditingkatkan. Kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan, menggunakan masker ketika sakit, hingga melakukan isolasi mandiri saat mengalami penyakit menular belum sepenuhnya dilakukan secara sadar.‎

‎"Risiko infeksi dipengaruhi banyak hal, seperti gizi buruk, tidak imunisasi, sanitasi buruk, dan perilaku hidup bersih yang belum terbiasa, seperti cuci tangan, pakai masker saat sakit, serta isolasi mandiri. Semua ini belum dilakukan secara sadar oleh masyarakat, sehingga angka kematian akibat infeksi masih tinggi," katanya.

‎‎Ia menambahkan, persoalan sanitasi dan keterbatasan air bersih juga menjadi faktor penting dalam penyebaran penyakit, khususnya diare.

‎‎Menurutnya, kondisi lingkungan yang tidak sehat, termasuk kebiasaan buang air besar sembarangan, dapat meningkatkan risiko penularan penyakit. Diare bahkan menjadi salah satu penyebab kematian yang tinggi pada anak.

‎"Benar. Tanpa air bersih dan buang air besar sembarangan, diare mudah menyebar dan diare merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi pada anak," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....