Perubahan Iklim Picu Ancaman Dobel Epidemi Penyakit pada Anak

  • 15 Agt 2026 11:55 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Perubahan iklim turut memunculkan tantangan baru bagi sektor kesehatan, khususnya pada anak dan remaja. Salah satu fenomena yang kini menjadi perhatian adalah meningkatnya penyakit menular dan penyakit tidak menular secara bersamaan atau disebut sebagai dobel epidemi.

‎Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Piprim Basarah Yanuarso, mengatakan peningkatan penyakit tidak menular seperti obesitas, diabetes, dan hipertensi mulai banyak ditemukan pada anak dan remaja.

‎‎Menurutnya, kondisi tersebut dapat memperburuk keadaan ketika anak terserang penyakit infeksi. Anak dengan penyakit penyerta berisiko mengalami gejala yang lebih berat.‎

‎"Obesitas, diabetes, hipertensi pada anak dan remaja makin banyak. Ketika mereka terkena infeksi seperti demam berdarah atau flu, gejalanya jauh lebih berat," ujar Piprim, Sabtu 15 Agustus 2026.

‎Piprim mencontohkan kondisi tersebut juga terlihat saat pandemi Covid-19. Pasien yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid menjadi kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami kondisi berat hingga meninggal dunia.

‎‎Karena itu, menurut Piprim, upaya pencegahan penyakit menular dan penyakit tidak menular tidak dapat dilakukan secara terpisah. Keduanya harus ditangani secara bersamaan melalui penguatan sistem kesehatan, terutama di tingkat pelayanan kesehatan primer.

‎‎"Dari sisi perubahan iklim, ada catatan penting. Ada fenomena penting, dobel epidemi penyakit menular dan penyakit tidak menular, keduanya meningkat sekaligus," katanya.

‎‎Ia menekankan pentingnya memperkuat upaya promotif dan preventif di layanan kesehatan primer. Edukasi kepada masyarakat, khususnya keluarga, menjadi bagian penting untuk mencegah berbagai penyakit sejak dini.

‎Piprim menyebut sejumlah langkah sederhana seperti menjaga kebersihan dan sanitasi, menerapkan pola makan sehat, rutin berolahraga, serta memastikan waktu istirahat yang cukup dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh anak.

‎"Edukasi kebersihan, sanitasi, pola makan sehat, olahraga, istirahat cukup. Semua itu memperkuat daya tahan tubuh. Tetap harus dilengkapi dengan imunisasi dan perbaikan gizi. Harus menyeluruh," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....