Wujudkan Kemerdekaan, Pemprov Jabar Pacu Layanan Dasar Warga
- 14 Agt 2026 14:42 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID,Bandung - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia menjadi momentum refleksi terhadap makna kemerdekaan yang sesungguhnya bagi masyarakat. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menilai kontribusi nyata daerah dalam pembangunan nasional tidak sebatas klaim, melainkan harus dirasakan langsung melalui pemenuhan layanan dasar.
Menurutnya, layanan dasar di bidang pendidikan, kesehatan, hingga infrastruktur di seluruh wilayah Jawa Barat kini terus menunjukkan perbaikan yang signifikan.
"Kita tidak boleh mengakui sebuah kontribusi yang diberikan, tetapi kita kan bisa melihat secara bersama-sama dan merasakan bahwa layanan dasar pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di Jawa Barat hari ini sudah mulai terlihat," ujar Dedi Mulyadi seusai mendengarkan Pidato Kenegaraan di DPRD Jawa Barat, Jumat 14 Agustus 2026.
Di bidang infrastruktur dan penerangan, Pemprov Jabar menargetkan penuntasan akses listrik bagi masyarakat rentan. Penanganan masalah energi ini menjadi salah satu tolak ukur utama kemerdekaan di tingkat tapak.
"Merdeka itu adalah rumahnya tidak mengalami kegelapan karena belum punya akses listrik. Hari ini rakyat Jawa Barat sudah merdeka, dari 500 ribu tinggal 80 ribu lagi dan tahun depan selesai," tegasnya.
Selain elektrifikasi, pembenahan aksesibilitas jalan terus dipacu hingga mencapai standar kelayakan yang memadai. Menurut Dedi, jalan yang merdeka adalah jalan yang selamat dan aman bagi mobilitas warga.
"Merdeka itu kalau di jalan raya tidak bertemu dengan jalan dengan lubang menganga. Hari ini jalan-jalan provinsi hampir 97 persen sudah tidak ditemukan jalan menganga, tinggal menuju jalan berkeadaban yang berdrainase besar, ber-PJU, serta memiliki jaringan telekomunikasi yang memadai," tambahnya.
Sektor pendidikan dan kesehatan juga menjadi pilar utama dalam menghadirkan rasa kemerdekaan di tengah masyarakat. Pemprov Jabar mendorong perluasan akses sekolah serta perlindungan sosial agar tidak ada warga yang terkendala saat mengakses fasilitas medis.
"Merdeka itu anak-anak bisa sekolah minimal tingkat SMA/SMK, dan hari ini ruang bersekolah semakin terbuka. Merdeka itu juga tidak ada lagi cerita pulang rumah sakit KTP-nya ditahan karena tidak bisa bayar. Peristiwa seperti itu sudah semakin berkurang dan pemerintah selalu hadir menyelesaikannya," jelas Gubernur.
Dedi Mulyadi menekankan bahwa peningkatan kualitas pelayanan publik harus responsif terhadap ekspektasi masyarakat yang terus berkembang di era digital, di mana standar kepuasan warga akan selalu meningkat dari waktu ke waktu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....