Ngatiyana Apresiasi PPM Cimahi 2026, Swadaya Warga Tembus Rp3 Miliar
- 13 Agt 2026 14:28 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Cimahi - Partisipasi masyarakat dalam Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Kota Cimahi Tahun 2026 mendapat apresiasi dari Wali Kota Cimahi Ngatiyana. Dari total anggaran sekitar Rp32 miliar yang dialokasikan Pemerintah Kota Cimahi, warga turut berkontribusi melalui swadaya dengan nilai yang diperkirakan mencapai Rp3 miliar.
Apresiasi itu disampaikan Ngatiyana saat penutupan Program PPM Tahun 2026 setelah mendengarkan laporan dari seluruh camat mengenai pelaksanaan program di masing-masing wilayah. Menurutnya, besarnya kontribusi masyarakat menunjukkan bahwa pembangunan di Kota Cimahi tidak hanya bertumpu pada anggaran pemerintah, tetapi juga didukung semangat gotong royong warga.
“Kalau anggaran yang dikeluarkan Pemerintah Kota Cimahi sekitar Rp32 miliar dan swadaya masyarakat mencapai 10 persen, kalau dirupiahkan kurang lebih Rp3 miliar. Ini sangat saya apresiasi,” ujar Ngatiyana. Rabu 12 Agustus 2026.
Ngatiyana mengatakan, swadaya masyarakat menjadi salah satu indikator kuat bahwa PPM masih mendapat dukungan dari warga di tingkat lingkungan. Keterlibatan tersebut sekaligus menunjukkan tumbuhnya rasa memiliki terhadap berbagai pembangunan yang dilaksanakan di wilayah masing-masing.
“Kalau ada swadaya 3 persen, 10 persen atau sekitar Rp3 miliar, artinya masyarakat ini semangat sekali dengan adanya program PPM,” ucapnya.
Menurut Ngatiyana, PPM memiliki konsep yang lebih luas dibandingkan sekadar penyaluran bantuan pembangunan kepada masyarakat. Program tersebut menempatkan warga sebagai bagian penting dalam merencanakan, melaksanakan, sekaligus menjaga hasil pembangunan di lingkungannya.
“Pembangunan yang paling kuat bukan pembangunan yang paling banyak menghabiskan anggaran, tetapi pembangunan yang paling besar rasa memilikinya di masyarakat. Inilah esensi PPM, dari masyarakat, oleh masyarakat, dan kembali untuk masyarakat,” katanya.
Berdasarkan dokumen kegiatan, seluruh pelaksanaan PPM Tahun 2026 telah rampung di setiap RW di Kota Cimahi. Ngatiyana berharap seluruh pekerjaan yang telah dilaksanakan dapat memberikan manfaat nyata serta tidak menyisakan persoalan yang berpotensi menghambat keberlanjutan pembangunan.
Pelaksanaan PPM juga mendapatkan pendampingan dan pengawasan dari unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk Kejaksaan, Polres, Kodim, serta DPRD Kota Cimahi. Sinergi lintas lembaga tersebut dinilai penting untuk memastikan kegiatan berjalan sesuai aturan dan sasaran pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat.
“Mari kita bekerja sama dengan baik, bekerja bersama-sama, sehingga sasaran kita untuk pembangunan masyarakat bisa tercapai dengan sebaik-baiknya,” jelasnya.
Ngatiyana menilai penyelesaian PPM 2026 bukan hanya menjadi bentuk pertanggungjawaban pemerintah atas penggunaan anggaran pembangunan. Program tersebut juga menjadi momentum memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat melalui pola pembangunan yang mengedepankan partisipasi warga.
Ia berharap hasil PPM 2026 dapat meningkatkan kualitas lingkungan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di seluruh wilayah Kota Cimahi. Program tersebut juga disebut menjadi salah satu bentuk persembahan pemerintah bersama masyarakat dalam menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....