BI Jabar Imbau Masyarakat Waspada saat Bertransaksi Digital

  • 13 Agt 2026 12:06 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Jawa Barat mengimbau masyarakat meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan seiring semakin meningkatnya penggunaan transaksi digital, termasuk melalui QRIS.

‎Deputi Kepala Perwakilan BI Jawa Barat, Naniek Sekarningsih, mengatakan edukasi perlindungan konsumen menjadi salah satu upaya BI untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menggunakan QRIS maupun layanan transaksi digital lainnya.

‎Menurutnya, masyarakat perlu memahami pentingnya menjaga keamanan data dan kerahasiaan pribadi, sekaligus mengetahui hak-hak konsumen serta mekanisme pengaduan apabila mengalami kendala dalam transaksi digital.

‎"Kita punya tagline perlindungan konsumen itu 'kalau ragu, stop dulu'. Jadi kalau masyarakat ingin bertransaksi tapi ragu, jangan dilakukan. Coba dicermati dulu," ujar Naniek di Balai Kota Bandung, Kamis 13 Agustus 2026.

‎Ia mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru mengklik tautan maupun melakukan transfer sebelum memastikan informasi atau kanal yang digunakan benar-benar resmi.

‎"Jangan langsung klik, jangan langsung transfer. Lihat dulu betul-betul apakah dari kanal resmi atau informasi resmi," katanya.


‎Naniek juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membagikan kode OTP (One-Time Password) maupun PIN kepada pihak lain karena dapat membahayakan keamanan transaksi dan data pribadi.

‎Dalam penggunaan QRIS, masyarakat juga diminta memastikan nama merchant serta nominal pembayaran sudah sesuai sebelum menyelesaikan transaksi.

‎"Kalau bertransaksi menggunakan QRIS, pastikan dulu merchant-nya sesuai, nominalnya sesuai. Ini yang terus edukasinya kita lakukan," jelasnya.

‎BI Jawa Barat, lanjut Naniek, akan terus mendorong perluasan penggunaan QRIS sekaligus memperkuat edukasi perlindungan konsumen. Upaya tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan pemerintah daerah, penyedia jasa pembayaran (PJP), serta para pelaku ekonomi.

‎"Kita harapkan dengan kerja sama yang dilakukan, transaksi QRIS semakin luas dan dapat mendukung sektor pariwisata di daerah," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....