Semarak HUT ke-81 RI, Dishub Bandung Siapkan 12 Armada Bandros

  • 13 Agt 2026 14:29 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung menghadirkan program tarif khusus Bandros sebesar Rp81 dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

‎Program tersebut memberikan potongan tarif yang signifikan. Jika biasanya masyarakat harus membayar sekitar Rp20 ribu hingga Rp25 ribu, melalui program ini tarif Bandros hanya Rp81.

‎Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung Rasdian Setiadi mengatakan, program tersebut terbuka bagi seluruh masyarakat, baik warga Kota Bandung, Bandung Raya maupun wisatawan yang sedang berkunjung ke Kota Bandung.

‎"Untuk warga masyarakat Kota Bandung, Bandung Raya atau mungkin yang sedang berkunjung, siapa saja di Kota Bandung bisa memanfaatkan kesempatan itu menggunakan Bandros. Kita siapkan," ujar, Kamis 13 Agustus 2026.

‎Dishub Kota Bandung menyiapkan sebanyak 12 armada Bandros untuk melayani masyarakat. Seluruh armada tersebut akan ditempatkan dan dioperasikan melalui tiga shelter, yakni di kawasan Alun-alun Bandung, Jalan Braga, dan Jalan Diponegoro.

‎Dishub juga mengantisipasi potensi peningkatan jumlah penumpang selama program berlangsung. Petugas akan disiagakan di setiap shelter untuk mengatur antrean dan memastikan pelayanan tetap berjalan tertib.

‎"Nanti ada petugas juga di shelter-shelter itu untuk mengantisipasi adanya lonjakan dan sebagainya. Nanti diatur," katanya.


‎Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Barat, Naniek Sekarningsih, mengatakan program tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem pariwisata melalui digitalisasi pembayaran.

‎Program "QRIS-kan Bandros" diharapkan tidak hanya mendorong masyarakat menggunakan pembayaran digital pada transportasi wisata, tetapi juga memperluas penggunaan QRIS di berbagai sektor pariwisata, termasuk destinasi wisata, kuliner, dan UMKM.

‎"Bandung ini menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Jawa Barat, sehingga program QRIS-kan Bandros ini dapat memperkuat ekosistem pariwisata dengan penggunaan digitalisasi pembayaran, misalnya melalui transportasi di Bandros, di tempat wisatanya menggunakan QRIS, kemudian juga kuliner dan UMKM," ucapnya.

‎Menurutnya, program tersebut sekaligus menjadi momentum edukasi bagi masyarakat agar semakin terbiasa menggunakan QRIS. Edukasi juga akan diberikan kepada para pemandu atau petugas Bandros sehingga mereka dapat membantu memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai penggunaan pembayaran digital.

‎"Kalau belum bisa pakai QRIS atau belum punya QRIS, nanti ada edukasi yang juga akan kita berikan kepada para petugas guide sehingga nanti bisa memberikan transfer knowledge kepada masyarakat," katanya.

‎Naniek menambahkan, tantangan pengembangan QRIS saat ini bukan hanya memperluas jumlah pengguna dan merchant, tetapi juga meningkatkan aktivitas transaksi.

‎Karena itu, program QRIS-kan Bandros diharapkan dapat memberikan pengalaman langsung kepada masyarakat dalam menggunakan QRIS sekaligus meningkatkan frekuensi transaksi digital.

‎"QRIS-kan Bandros ini bukan hanya nanti masyarakat bisa memperoleh experience use case QRIS, tapi juga meningkatkan frekuensi dari penggunaan QRIS," ujarnya.

‎Ia juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan dalam menggunakan transaksi digital seiring dengan semakin tingginya aktivitas pembayaran secara elektronik.

‎"Dengan semakin meningkatnya transaksi digital, kami mengimbau kesadaran masyarakat menggunakan transaksi digital ini juga perlu ditingkatkan," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....