Musim Kemarau Berdampak Terhadap Krisis Air Bersih
- 12 Agt 2026 17:57 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Garut - Musim kemarau saat ini, selain mengakibatkan terjadinya potensi kebakaran juga berdampak terhadap kekeringan lahan dan juga krisis air bersih. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut Aah Anwar Saepuloh mengatakan, dalam penanganan krisis air bersih, BPBD telah mendistribusikan 125.000 liter air bersih ke sejumlah daerah.
"Sedikitnya kami telahb mendistribusikan air bersih ke delapan desa/kelurahan di enam kecamatan terdampak, yaitu Kecamatan Tarogong Kaler, Pasirwangi, Cigedug, Cibatu, Sucinaraja, dan Karangpawitan," katanya, di Garut, Rabu, 12 Agustus 2026.
Ia menyampaikan, untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang, Pemkab Garut juga telah mengajukan bantuan pembangunan 100 titik sumur bor serta armada mobil tangki air tambahan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)." Kami juga telah mengajukan bantuan pembangunan 100 titik sumur bor serta armada mobil tangki air tambahan kepada BNPB," ujarnya.
Meski terjadi peningkatan intensitas bencana, BPBD memastikan penanganan masih berjalan melalui koordinasi lintas perangkat daerah dan hingga saat ini belum menaikkan status menjadi Tanggap Darurat." Walaupun terjadi peningkatan intensitas bencana, namun kami memastikan penanganan masih berjalan melalui koordinasi lintas perangkat daerah dan belum meningkatkan status," katanya.
Sementara itu Bupati Garut Abdusy Sakur Amin mengatakan penanganan bencana membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
"Tadi kita dapat informasi bahwa memang di Garut sudah mulai agak banyak terjadi kebakaran, dan tadi bahwa kebakaran itu tidak hanya bisa ditanggapi oleh Pemerintah Kabupaten Garut tapi juga sama teman-teman dari Polres, dari Kodim, bahkan Kodim juga sama membantu penyiapan tangki untuk nanti digunakan dalam menangani kebakaran," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....