Farhan, Jurnalisme Sehat Penting untuk Menopang Demokrasi di Indonesia

  • 12 Agt 2026 15:50 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan pentingnya jurnalisme yang sehat dan profesional sebagai salah satu pilar yang menopang kekuatan demokrasi di Indonesia.

‎Farhan menyampaikan hal tersebut saat memberikan sambutan sekaligus membuka Konferensi Provinsi (Konferprov) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat 2026 di Hotel Horison, Kota Bandung, Rabu 12 Agustus 2026.

‎‎Farhan mengaku sangat meyakini nilai-nilai jurnalisme. Menurutnya, pandangan tersebut tidak hanya didasari oleh adanya anggota keluarganya yang berprofesi sebagai jurnalis, tetapi juga karena jurnalisme memiliki standar profesi dan peran penting dalam kehidupan demokrasi.

‎"Alhamdulillah, saya kali ini bersama dengan Pak Asep, Ketua DPRD Kota Bandung, dan Kang Buki, Ketua DPD PWI Jawa Barat, dalam acara pembukaan Konferensi PWI Provinsi Jawa Barat di Kota Bandung," ujar Farhan, rabu 12 Agustus 2026.


‎‎Ia mengatakan, keinginan menjadikan Kota Bandung sebagai tuan rumah Konferprov PWI Jawa Barat telah direncanakan sejak akhir tahun lalu.

‎‎"Kita memang sudah ada niat sejak akhir tahun lalu agar Kota Bandung menjadi tuan rumah konferensi ini. Mudah-mudahan konferensi ini melahirkan kepemimpinan PWI Jawa Barat yang solid, mampu mempersatukan sesama, dan mendorong lahirnya jurnalisme yang sehat di Jawa Barat," katanya.

‎‎Farhan berharap PWI sebagai organisasi profesi tetap menjadi wadah utama dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas para jurnalis di Jawa Barat.

‎‎Menurutnya, perkembangan teknologi digital menghadirkan tantangan baru bagi dunia jurnalistik. Pola kerja jurnalistik saat ini telah mengalami perubahan signifikan dibandingkan dengan masa lalu.

‎‎"Saya berpesan agar kita kembali meninjau dan memahami ulang hakikat jurnalisme, serta menyusun ulang pemahaman kita terhadap jurnalisme itu sendiri. Di era digital saat ini, tantangannya sangat berat. Pola kerja jurnalistik kini sudah sangat berbeda dibanding masa lalu," ujarnya.

‎‎Farhan menilai kemudahan setiap orang dalam menyebarkan informasi melalui berbagai platform digital membuat batas antara jurnalisme profesional dan penyebaran informasi semakin kabur.

‎‎"Siapa pun kini bisa menyebarkan berita dan tampak seolah-olah menjadi jurnalis. Namun pertanyaannya, apakah apa yang mereka sampaikan dapat dipertanggungjawabkan? Inilah yang harus kita olah dan pahami bersama," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....