Pemkot Bandung Siapkan Teknologi Pengolahan Sampah dan Usulkan PSEL di Jelekong

  • 12 Agt 2026 13:10 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus memperkuat pengelolaan sampah dengan mengembangkan teknologi pengolahan berkapasitas besar hingga kecil dan menengah yang dapat ditempatkan di tingkat kelurahan dan kecamatan.

‎‎Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan saat ini Kota Bandung telah memiliki sejumlah insinerator untuk mendukung pengolahan sampah. Insinerator yang tersedia memiliki kapasitas sekitar 10 ton per hari, dengan tambahan 13 unit sehingga total unit yang dimiliki mencapai sekitar 31 unit.

‎"Saat ini, insinerator yang sudah memenuhi standar SNI dan memiliki air pollution control juga sudah dilaksanakan. Kami berharap prosesnya berjalan lancar," ujar Farhan, Rabu 12 Agustus 2026.

‎Farhan mengatakan, Pemkot Bandung juga tengah menjajaki pengembangan teknologi pengolahan sampah baru dengan kapasitas kecil hingga menengah. Teknologi tersebut diharapkan dapat ditempatkan lebih dekat dengan sumber sampah, terutama di wilayah kelurahan dan kecamatan.

‎‎"Saya akan rapat dengan Menteri Riset dan Teknologi, Direktur Utama Pindad, serta Rektor ITB untuk membahas teknologi-teknologi baru berkapasitas kecil hingga menengah yang bisa ditempatkan di wilayah kelurahan dan kecamatan," katanya.

‎‎Selain pengembangan teknologi pengolahan sampah, Pemkot Bandung juga berencana mengusulkan pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di wilayah Kota Bandung.

‎‎Farhan menyebut usulan tersebut merupakan tindak lanjut arahan dan hasil diskusi bersama Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno serta pimpinan Komisi XII DPR RI. Kota Bandung dinilai perlu mengusulkan satu titik baru untuk PSEL yang nantinya dapat masuk dalam batch ketiga Danantara.


‎Menurut Farhan, lokasi yang diusulkan berada di kawasan Jelekong. Kawasan tersebut dinilai masih memiliki akses yang memungkinkan untuk mendukung pembangunan fasilitas pengolahan sampah, meski sejumlah akses perlu diperbaiki.‎

‎"Lokasinya di Jelekong. Di Jelekong masih banyak akses, tetapi akses tersebut perlu diperbaiki. Kita akan melakukan pembicaraan terlebih dahulu dan melakukan studi kelayakan. Dalam satu bulan ini, studi kelayakannya ditargetkan selesai," ujarnya.

‎Setelah studi kelayakan rampung, Pemkot Bandung akan menghitung kebutuhan investasi pembangunan fasilitas tersebut. Pemerintah juga membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta untuk mendukung pembiayaan proyek.

‎"Setelah itu, kita akan menghitung berapa besar investasi yang dibutuhkan. Kita akan mengajak mitra swasta untuk berinvestasi tanpa mengganggu akses jalan masyarakat di Jelekong," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....