Reformasi RS Cibabat Dimulai, Pemkot Cimahi Benahi Pelayanan hingga Manajemen
- 12 Agt 2026 13:09 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Cimahi - Pemerintah Kota Cimahi mulai melakukan reformasi menyeluruh di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibabat, tidak hanya melalui penataan lingkungan tetapi juga dengan membenahi sistem pelayanan, manajemen hingga sumber daya manusia. Langkah tersebut diarahkan untuk memastikan rumah sakit milik pemerintah daerah mampu memberikan layanan kesehatan yang lebih cepat, ramah dan maksimal kepada masyarakat.
Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengatakan perubahan wajah RSUD Cibabat harus dibarengi dengan perubahan kualitas pelayanan yang benar-benar dirasakan pasien. Menurutnya, pembenahan tidak boleh berhenti pada aspek fisik karena kepuasan masyarakat menjadi salah satu ukuran utama keberhasilan rumah sakit.
“Reformasi pelayanan harus dilakukan. Kalau sebelumnya pelayanan tidak memuaskan, sekarang harus diperbaiki,” ujar Ngatiyana saat ditemui di RS Cibabat, Selasa 11 Agustus 2026.
Selain pelayanan, Pemkot Cimahi juga menempatkan pembenahan manajemen sebagai bagian penting dari reformasi RSUD Cibabat. Tata kelola rumah sakit dinilai harus semakin profesional agar mampu meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat pengelolaan rumah sakit secara berkelanjutan.
“Manajemen juga kita reformasi. Rumah sakit yang selama ini pas-pasan dan tidak pernah untung, sekarang manajemennya harus kita ubah,” ucapnya.
Reformasi turut menyentuh aspek sumber daya manusia melalui evaluasi dan penyegaran jabatan di lingkungan RSUD Cibabat. Penempatan personel akan disesuaikan dengan kemampuan, tanggung jawab dan kebutuhan organisasi sehingga setiap bagian dapat bekerja lebih optimal.
“Reformasi juga terhadap karyawan atau personel. Ada penyegaran jabatan sehingga nanti pelayanan kepada masyarakat bisa lebih maksimal,” katanya.
Ngatiyana menegaskan, kondisi bangunan dan lingkungan yang semakin tertata tidak akan berarti apabila kualitas pelayanan kepada pasien tidak ikut meningkat. Karena itu, pengalaman masyarakat sejak datang hingga memperoleh layanan kesehatan menjadi perhatian utama dalam proses pembenahan RSUD Cibabat.
Salah satu pelayanan yang mendapat perhatian adalah penanganan administrasi kepesertaan BPJS bagi pasien. Ngatiyana mengapresiasi adanya pasien yang kepesertaan BPJS-nya sempat tidak aktif namun tetap memperoleh pelayanan hingga persoalan administrasinya dapat diselesaikan.
“Alhamdulillah, kemarin kami cek ada pasien yang BPJS-nya tidak aktif, tetapi tetap dilayani dengan baik. Setelah dilayani ternyata bisa aktif lagi dan tidak dikenai biaya. Ini pelayanan yang harus kita pertahankan,” ungkapnya.
Menurut Ngatiyana, pelayanan seperti itu menunjukkan bahwa rumah sakit pemerintah harus mengutamakan kepentingan masyarakat tanpa mengabaikan tata kelola administrasi. Prinsip pelayanan yang responsif dan tidak mempersulit pasien diharapkan menjadi bagian dari budaya kerja baru RSUD Cibabat.
Pembenahan juga dilakukan terhadap sejumlah fasilitas dan kawasan rumah sakit untuk menciptakan lingkungan yang lebih nyaman serta mudah dikenali masyarakat. Pemkot Cimahi menilai penataan lingkungan perlu berjalan beriringan dengan reformasi pelayanan agar perubahan RSUD Cibabat terlihat secara menyeluruh.
Ngatiyana berharap proses reformasi tersebut menjadi momentum untuk membangun RSUD Cibabat sebagai fasilitas kesehatan daerah yang lebih profesional, responsif dan berorientasi kepada kebutuhan masyarakat. Dengan perubahan pada pelayanan, manajemen dan sumber daya manusia, rumah sakit diharapkan mampu memberikan manfaat yang semakin besar bagi warga Kota Cimahi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....