Pemkot Bandung Pastikan Operasi Pasar Berlanjut Jaga Stabilitas Harga Komoditas
- 11 Agt 2026 15:30 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan operasi pasar tetap dilaksanakan sebagai salah satu upaya menjaga stabilitas harga komoditas dan membantu masyarakat, khususnya kelompok yang rentan terhadap daya beli.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, operasi pasar akan tetap menyasar masyarakat yang membutuhkan, berdasarkan pemetaan dan masukan dari pemerintah kewilayahan hingga tingkat kelurahan.
“Operasi pasar nanti akan tetap berjalan, terutama untuk mereka-mereka yang berdasarkan masukan dari kelurahan adalah kelompok yang rentan daya belinya,” ujar Farhan, Selasa 11 Agustus 2026.
Menurut Farhan, kebijakan tersebut menjadi bagian dari langkah Pemkot Bandung dalam mengendalikan harga kebutuhan pokok sekaligus memastikan masyarakat berpenghasilan rendah tetap dapat memenuhi kebutuhan pangan dengan harga yang terjangkau.
Ia mengatakan, selain menjaga keterjangkauan harga, pemerintah juga perlu memastikan ketersediaan pasokan bahan pangan di Kota Bandung. Hal ini berkaitan dengan siklus musim tanam sejumlah komoditas yang akan memasuki periode mulai September.
“Musim tanamnya mulai September. Jadi diharapkan September-Oktober ini tidak mengganggu musim tanam. Tinggal kita berharap stok dari barang-barang tersebut tersedia dengan baik,” katanya.
Untuk menjaga ketersediaan pasokan, Pemkot Bandung terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah penghasil komoditas pangan.
Farhan menyebut, kerja sama dilakukan dengan Kementerian Pertanian, Dinas Pertanian, serta Dinas Ketahanan Pangan. Pemerintah juga memastikan pasokan bahan makanan segar dari berbagai daerah tetap dapat masuk ke Kota Bandung.
Menurutnya, pasokan tersebut berasal dari 16 provinsi serta sejumlah komoditas impor. Seluruh pasokan itu kemudian masuk melalui tiga pasar induk utama yang menjadi bagian penting dalam rantai pasok pangan di Kota Bandung.
“Bagaimana keaktifan Dinas Ketahanan Pangan kita juga memastikan bahwa suplai bahan makanan segar dari 16 provinsi dan bahan-bahan impor itu semuanya bisa masuk ke Kota Bandung lewat tiga pasar induk utama yang menjadi jaring rantai pasok utama di Kota Bandung,” jelasnya.
Farhan menegaskan, operasi pasar tidak hanya ditujukan untuk menekan harga komoditas, tetapi juga memberikan akses kepada kelompok masyarakat yang memiliki keterbatasan daya beli agar tetap bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih murah.
Kelompok rentan daya beli akan mendapatkan bantuan atau akses untuk membeli komoditas yang disediakan dalam operasi pasar.
Namun, Farhan mengingatkan masyarakat agar memahami bahwa komoditas yang dijual dengan harga lebih murah memiliki spesifikasi yang berbeda dibandingkan produk premium yang tersedia di supermarket.
“Harap maklum, kalau barang-barang murah kualitasnya tidak selevel supermarket,” ujarnya.
Ia mencontohkan beras yang disediakan dalam operasi pasar. Pemerintah akan menyediakan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan harga yang lebih terjangkau.
“Seperti berasnya, beras SPHP. Tapi kalau beras yang premium, beras khusus, ya harganya tetap sama,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....