Walikota Bandung Dalami Dugaan Penebangan Pohon di Dago
- 11 Agt 2026 14:53 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengungkap adanya indikasi keterkaitan penebangan sejumlah pohon di kawasan Dago dengan kepentingan bisnis. Pemerintah Kota Bandung kini tengah mendalami dugaan tersebut melalui proses pemeriksaan dan penyusunan Berita Acara Pemeriksaan (BAP).
Farhan mengatakan, penelusuran dilakukan setelah pihaknya menemukan sejumlah pohon yang ditebang di kawasan Dago. Pemeriksaan tidak hanya difokuskan di kawasan Dago, tetapi juga akan diperluas ke kawasan Sawunggaling.
“Itu yang sedang diselidiki. Kalau saya sih melihatnya ada indikasi. Nah, indikasi ini kan mesti menjadi sebuah BAP, berita acara pemeriksaan,” ujar Farhan, Selasa 11 Agustus 2026.
Menurut Farhan, persoalan penebangan pohon tidak hanya berkaitan dengan besaran sanksi yang akan diberikan. Pemerintah Kota Bandung, kata dia, harus memastikan seluruh proses penanganan hingga penyelesaian kasus berjalan secara tuntas.
“Karena ini kan bukan masalah sanksi. Sanksinya ringan, tapi penyelesaiannya yang mesti tuntas,” katanya.
Farhan juga membuka kemungkinan adanya kepentingan komersial di balik penebangan pohon. Ia mencontohkan kasus penebangan pohon di Jalan Martadinata yang menurutnya memiliki keterkaitan dengan keberadaan videotron.
“Kalau memang kayak kasus penebangan di Jalan Martadinata, kan terbukti ada keterkaitan khusus antara pemotongan pohon dengan videotron. Maka videotronnya kita segel,” ucapnya.
Dalam kasus di Jalan Martadinata, Farhan menyebut dugaan keterkaitan tersebut diperkuat oleh keterangan kontraktor dalam BAP. Kontraktor mengaku melakukan tindakan tersebut atas inisiatif sendiri.
“Itu ada pengakuan di BAP dari kontraktornya. Apalagi kontraktornya pasang badan. Dia bilang, enggak ada yang nyuruh. Saya inisiatif sendiri,” katanya.
Sementara untuk kasus penebangan pohon di Dago, Farhan menyebut terdapat sekitar tiga pohon atau lokasi penebangan yang menjadi perhatian pemerintah. Namun, ia mengakui masih perlu memastikan kembali jenis dan jumlah pohon yang ditebang.
“Tiga kalau enggak salah. Mahoni juga kok. Eh, mahoni apa pinus, gitu,” tuturnya.
Farhan mengatakan, dirinya baru melihat secara langsung kondisi kawasan tersebut. Setelah melihat kondisi di lapangan, ia memastikan pemeriksaan terhadap kasus penebangan pohon di Dago akan dilakukan secara lebih mendalam.
“Saya tuh baru lihat benerannya kan kemarin subuh tuh. Hari Minggu subuh. Nah, kita akan selidiki lebih dalam itu, Dago. Terutama, enggak cuma di Dago tapi juga di Sawunggaling,” ucapnya.
Di tengah proses penyelidikan kasus di Dago, Pemkot Bandung juga masih menangani persoalan penebangan pohon di kawasan Cijerah. Farhan menyebut persoalan di Cijerah menjadi perhatian yang harus segera diselesaikan karena hingga kini belum ditemukan solusi.
“Hari ini saya mau fokus ke Cijerah dulu, karena Cijerah juga belum ada solusi,” tegasnya.
Setelah persoalan di Cijerah ditangani, Pemkot Bandung akan memastikan proses penegakan Peraturan Daerah (Perda) terkait kasus penebangan 35 pohon dapat diselesaikan hingga tuntas.
“Setelah itu kita akan pastikan, seluruh penegakan yustisi Perda di penebangan 35 pohon ini tuntas selesai,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....