Program Air Bersih Rumah Amal Salman untuk Semua
- 09 Agt 2026 13:11 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Program Air Bersih Rumah Amal Salman Berjalan Sejak Februari, Warga Terlibat Aktif Membantu Fasilitas air bersih yang kini dimanfaatkan warga bukan dibangun dalam waktu singkat. Sejak Februari tahun ini, tim relawan kebencanaan Rumah Amal Salman bersama masyarakat Desa Jamat melakukan serangkaian pekerjaan lapangan secara bertahap melalui pola gotong royong.
Tahap awal diawali dengan pembangunan kolam pengendapan pertama berdiameter sekitar empat meter dengan kapasitas mencapai 12.500 liter. Kolam tersebut berfungsi sebagai penampungan awal air sungai sekaligus tempat mengendapkan lumpur dan material sebelum memasuki proses pengolahan.
“Kebutuhan warga akan air cukup besar, sehingga sejak Februari secara bergotong royong kita tarik dari puncak gunung dengan pipa 2 inci. Begitu saja berprogres agar kebutuhan air bisa terpenuhi. Meski air yang disalurkan kepada warga kurang jernih namun setidaknya masih layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi dan mencuci baju,” ungkap Perwakilan ITB, Ketua Pengurus Rumah Amal, Mipi Ananta Kusuma kepada RRI, Sabtu 8 Augustus 2026.
Pekerjaan kemudian dilanjutkan dengan penguatan pondasi, pembangunan kolam pengendapan kedua, penataan jalur perpipaan, hingga pemasangan Instalasi Pengolahan Air (IPA) sesuai rancangan teknis. Seluruh tahapan dikerjakan bersama sekitar sepuluh warga setiap hari sehingga proses pembangunan dapat berjalan sesuai target.
Di saat bersamaan, relawan juga menggarap pembangunan jaringan irigasi sawah untuk mengembalikan produktivitas lahan pertanian masyarakat. Pekerjaan dilakukan dengan membangun jembatan pipa sepanjang sekitar 100 meter menggunakan dua pipa berdiameter 4 inci yang disangga sistem sling menyerupai jembatan gantung. Sebanyak 16 batang pipa berhasil dipasang sehingga jaringan distribusi air menuju area persawahan dapat diselesaikan dalam waktu dua hari.
“Pasca bencana warga memang kehilangan lahan infrastuktur untuk mengalirkan air ke sawah, karena pipa irigasi sebelumnya sudah hanyut terbawa banjir. Meski memang masih ada satu tahapan lagi agar air bisa masuk ke sawah secara optimal, yakni dengan membuka saluran irigasi di darat agar bisa dekat dengan sumber air,” katanya.
Lebih lanjut program direncanakan tidak hanya sekadar selesai di pipa irigasi sawah, tetapi berharap bisa dilakukan dalam jangka panjang. Termasuk tim juga akan mengusulkan program penataan kawasan pertanian dan pemukiman melalui konsolidasi tanah pasca bencana di Desa Jamat.
“Program usulan ini mungkin baru bisa akan dilaksanakan 1-2 tahun ke depan di Desa Jamat, karena melalui konsolidasi tanah ini kita bisa mensinergikan antara stakeholder agar lokasi bencana bisa segera pulih,” katanya. Bagian dari Rangkaian dari ITB Peduli Sumatera, Manager Program Rumah Amal Salman Abdul Azis menjelaskan pembangunan di Desa Jamat merupakan bagian dari serangkaian program dari ITB Peduli Sumatera, sebuah misi kolaboratif untuk memastikan fasilitas air bersih yang telah dibangun di berbagai wilayah pascabencana tetap berfungsi dan memberi manfaat secara berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....