Pemkot Bandung Siapkan Komando Sampah Terpadu Beroperasi Tengah Malam
- 08 Agt 2026 10:14 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tengah menyiapkan konsep “Komando Sampah Terpadu” sebagai upaya meningkatkan kebersihan kota, khususnya pada malam hingga dini hari.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, pasukan khusus tersebut nantinya dirancang bekerja pada malam hari, terutama sekitar pukul 00.00 WIB. Langkah ini dilakukan agar sampah yang ditinggalkan setelah aktivitas pertokoan dan pusat ekonomi berakhir dapat segera diangkut.
“Kami sedang mendesain konsep ‘Komando Sampah Terpadu’ yang bekerja di malam hari, jam 12 malam, agar saat toko tutup, sampah segera diangkut. Ini sedang dihitung anggarannya karena butuh tambahan tenaga dan alat elektrifikasi,” ujar Muhammad Farhan, Sabtu 8 Agustus 2026.
Farhan menjelaskan, konsep tersebut masih dalam tahap perancangan, termasuk menentukan organisasi perangkat daerah (OPD) yang nantinya bertanggung jawab terhadap operasional pasukan tersebut.
Menurutnya, sejumlah perangkat daerah memiliki Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang dapat dilibatkan dalam konsep pengelolaan kebersihan pada malam hari. Karena itu, Pemkot Bandung masih mengkaji apakah “Komando Sampah Terpadu” akan berada di bawah Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP), atau dikelola melalui skema lintas OPD.
“Kita sedang membuat konsep, membentuk satu pasukan khusus, dalam tanda kutip ‘Komando Sampah Terpadu’. Kapan bergeraknya, Jam 12 malam,” katanya.
Farhan mencontohkan, pasukan tersebut nantinya dapat bergerak setelah aktivitas perdagangan dan pertokoan selesai. Ketika toko-toko tutup, petugas langsung melakukan penyapuan dan pengangkutan sampah sehingga pada pagi hari kawasan perkotaan sudah dalam kondisi bersih.
“Saya lagi desain, apakah dari wilayah, apakah dari DLH, apakah dari DSDABM atau DPKP, kan semuanya punya UPT. Nanti saya akan laporkan organisasi sedemikian rupa. Ketika semua toko tutup, ada yang menyapu dan mengangkut sampah,” ucapnya.
Namun, Farhan mengakui pembentukan pasukan khusus yang bekerja pada malam hingga dini hari membutuhkan anggaran tambahan. Salah satu komponen yang perlu dihitung adalah kebutuhan tenaga kerja karena pola kerja malam memiliki konsekuensi berbeda dibandingkan petugas yang bekerja pada pagi hingga sore hari.
“Anggarannya besar. Satu, mesti menambah orang, karena orang yang bekerja dari pagi sampai sore berbeda honornya dengan yang bekerja tengah malam sampai pagi,” jelasnya.
Selain tenaga kerja, Pemkot Bandung juga harus menyiapkan sarana dan prasarana pendukung. Farhan menyebut peralatan yang digunakan untuk operasional malam hari akan berbeda dengan peralatan kebersihan yang selama ini digunakan.
Pemkot Bandung juga tengah mempertimbangkan penggunaan kendaraan dan peralatan berbasis elektrifikasi. Skema pengadaan alat tersebut masih dikaji, apakah dilakukan dengan membeli atau menyewa.
“Kedua, alatnya beda. Kita melakukan elektrifikasi. Apakah kita akan beli atau kita akan sewa, masih dihitung cost-nya. Petugasnya harus 24 jam,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....