Kebakaran Lahan Mendominasi Insiden di kota Bandung Selama Juli 2026

  • 07 Agt 2026 14:36 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Sekitar 59 kejadian kebakaran terjadi di Kota Bandung sepanjang Juli 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 28 kejadian merupakan kebakaran alang-alang dan lahan kosong. Dinas Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Kota Bandung mencatat, kebakaran lahan mengalami peningkatan yang cukup signifikan selama musim kemarau.

‎Sekretaris Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung, Kurniawan Yusuf, mengatakan sebagian besar kebakaran lahan bukan disebabkan oleh faktor teknis seperti korsleting listrik atau kebocoran gas, melainkan akibat kelalaian manusia.

‎"Kalau kebakaran lahan, termasuk di tempat pembuangan sampah, pemicunya bukan listrik atau gas. Umumnya dipicu oleh aktivitas membakar sampah yang tidak diawasi, kemudian ditinggalkan begitu saja," ujar Kurniawan, Jumat 7 Agustus 2026.

‎Selain pembakaran sampah, kebakaran juga kerap dipicu oleh anak-anak yang bermain api atau aktivitas membakar yang tidak terkendali hingga akhirnya merambat ke area yang lebih luas.

‎Menurut Kurniawan, kondisi angin yang cukup kencang sepanjang Juli mempercepat penyebaran api sehingga kebakaran lebih mudah meluas.

‎"Kalau dari catatan kami, sepanjang bulan Juli ada 59 kejadian kebakaran dan 28 di antaranya terjadi di lahan. Jadi memang kebakaran lahan mendominasi," katanya.

‎Ia menjelaskan, banyak lahan terlantar di Kota Bandung yang tidak terawat sehingga dipenuhi alang-alang dan rumput liar. Saat musim kemarau, vegetasi tersebut mengering dan menjadi bahan bakar yang sangat mudah terbakar ketika terkena percikan api.

‎"Lahan terlantar yang tidak terurus akan cepat kering saat kemarau. Ketika ada pemicu api sedikit saja, kebakaran bisa langsung terjadi dan cepat menyebar," ucapnya.

‎Kurniawan menilai masih ada pemilik lahan yang kurang peduli terhadap kondisi lahannya. Meski kebakaran lahan sering kali tidak menimbulkan kerugian materi secara langsung bagi pemilik, dampak yang ditimbulkan jauh lebih luas.

‎"Dengan adanya kebakaran, pertama terjadi pencemaran udara yang dirasakan masyarakat sekitar. Kemudian pemerintah juga harus mengeluarkan anggaran untuk melakukan pemadaman. Jadi kerugiannya bukan hanya dari sisi material, tetapi juga polusi udara serta kekhawatiran masyarakat apabila api merambat ke kawasan permukiman," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....