Damkarmatan Bandung Ajak Warga Tingkatkan Kewaspadaan di Musim Kemarau

  • 07 Agt 2026 12:46 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan)Kota Bandung mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), potensi kekeringan diperkirakan masih akan berlangsung hingga September 2026.

‎Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung, Kurniawan Yusuf, mengatakan pihaknya telah mengikuti rapat koordinasi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat, seluruh Kepala Pelaksana BPBD kabupaten/kota, serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan se-Jawa Barat dengan menghadirkan narasumber dari BMKG.

‎"Kami mengikuti rapat bersama BPBD Provinsi Jawa Barat, seluruh Kepala Pelaksana BPBD se-Jawa Barat, dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan se-Jawa Barat dengan menghadirkan narasumber dari BMKG," ujar Kurniawan, Jumat 7 Agustus 2026.

‎Dalam rapat tersebut, BMKG menyampaikan bahwa kondisi musim kemarau diperkirakan masih akan berlangsung hingga September. Meski hujan sempat turun di sejumlah wilayah Kota Bandung dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir, kondisi tersebut belum menjadi tanda berakhirnya musim kemarau.

‎"Menurut catatan BMKG, potensi kekeringan ini diprediksi akan berlanjut sampai bulan September. Walaupun kemarin sudah ada hujan di beberapa titik di Kota Bandung dan sekitarnya, itu belum menunjukkan berakhirnya musim kemarau," katanya.

‎Untuk mengantisipasi meningkatnya risiko kebakaran, terutama kebakaran lahan dan alang-alang, Diskar PB Kota Bandung terus memperkuat langkah mitigasi bersama aparatur kewilayahan. Salah satunya dengan menggelar rapat koordinasi yang melibatkan para lurah, aparatur kewilayahan, serta Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) di setiap wilayah.

‎"Harapan kami, masyarakat tetap waspada dan siaga. Tadi pagi pun kami mengundang pihak kelurahan, para lurah, aparatur kewilayahan, serta Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) di wilayah masing-masing untuk mendiskusikan upaya mitigasi dan pencegahan agar tidak terjadi kebakaran lahan," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....