Jendral Dudung: KSP Kawal Program Prioritas Nasional

  • 07 Agt 2026 13:08 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman, mengukuhkan komitmen penuh Kantor Staf Presiden (KSP) dalam mengawal dan menyukseskan seluruh program prioritas nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Hal ini, disampaikannya saat memberikan kuliah umum kepada Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) LXVIII Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad).

Kegiatan pembekalan kepemimpinan strategis tersebut berlangsung khidmat, dihadiri langsung Komandan Seskoad Mayjen TNI Dr. Agustinus Purboyo, didampingi Wakil Komandan serta jajaran pejabat utama Seskoad.

Sebelum menyampaikan materi kuliah umum, bahwa Jenderal Dudung terlebih dahulu berkunjung ke Museum dan Perpustakaan Seskoad untuk menelusuri sejarah serta jejak pemikiran strategis TNI Angkatan Darat.

Dalam paparannya Jenderal Dudung, menegaskan bahwa tugas utama KSP adalah memastikan setiap arahan Presiden diterjemahkan menjadi langkah nyata, terukur dan terbebas dari berbagai hambatan yang muncul di lapangan.

"KSP hadir untuk menyelesaikan persoalan, mulai dari perselisihan antarkementerian dengan wakil menteri, hubungan antara Menteri dengan Gubernur maupun Bupati hingga sengketa antara badan usaha seperti PT. Timah, kementerian dan masyarakat," ujar Dudung, dalam keterangannya, Kamis 6 Agustus 2026.

Ia menambahkan, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada dokumen perencanaan yang sempurna, melainkan pada kemampuan menjembatani perbedaan, memverifikasi fakta di lapangan serta mengambil keputusan yang adil dan cepat. Melalui mekanisme koordinasi lintas sektor termasuk KSP telah berperan aktif mengurai berbagai simpul masalah yang menghambat laju pembangunan.

Dihadapan para calon pemimpin TNI, tentunya Jenderal Dudung juga berbagi pengalaman praktis dalam mengawal kebijakan nasional. Ia mengingatkan, bahwa proses pendidikan di Seskoad bukan sekadar melatih kemampuan berpikir strategis, melainkan membekali perwira dengan kemampuan menyusun rencana, mengelola sumber daya, membaca risiko dan mengambil keputusan yang tepat di tengah situasi yang dinamis.

Menutup pemaparannya, ia mengajak seluruh Perwira Siswa untuk menguasai pola pikir sistem (system thinking), yaitu melihat masalah secara menyeluruh hingga ke akar penyebabnya.

"Pemimpin sejati, tidak hanya pandai merancang konsep, tetapi juga tangguh dalam eksekusi mampu membangun kolaborasi lintas pihak, menjaga integritas tanpa kompromi serta senantiasa menumbuhkan kepercayaan di tengah masyarakat," jelasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....